Selamat Hari Guru 25 November 2013 - Tanpamu Apa Jadinya Aku, Tak Bisa Baca Tulis Dan Mengerti Banyak Hal

Selamat Hari Guru 25 November 2013 - Tanpamu Apa Jadinya Aku, Tak Bisa Baca Tulis Dan Mengerti Banyak Hal

Tahukah kamu? Jikalau hari ini, tanggal 25 Oktober adalah Hari Guru dan ulangtahun PGRI. Saya selaku admin Daily Blogger Pro mengucapkan Selamat Hari Guru kepada seluruh pendidik di bumi pertiwi, Indonesia.

Panjang sekali cerita yang telah terukir di memori dan ingatanku ini, pemikiran yang berkembang seiring lajunya jam dinding tua, pendidikan dimulai dari tingkat dasar yaitu sekolah dasar. Mengenal arti pendidikan, teman, lingkungan sekolah, dan guru tentunya.

Malaikat, tuliskanlah catatan kebaikan yang telah guruku lakukan dengan pena indahmu. Mereka tak pernah lelah mendidik, membimbing, dan mengajariku tentang segala hal. Ingin rasanya membalas segala peluh keringat yang jatuh dari raut wajahmu yang lelah itu wahai guruku.

Semoga Allah memberikanmu derajat dan tempat yang layak dan indah untukmu seperti janji-Nya kepada semua hambaNya:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11.


Berbicara mengenai guru, saya terinspirasi dengan "Gerakan Indonesia Mengajar" yang dipelopori oleh Anies Baswedan selaku Ketua Indonesia Mengajar. Pendidikan dimata masyarakat masih merupakan barang mahal di tanah saudara-saudara kita yang jauh dari pusat perkotaan. Katakan saja di daerah-daerah yang susah dijangkau dan terpencil yang fasilitasnya bisa dibilang belum maksimal seperti gedung bangunan yang hampir roboh, fasilitas belajar pembelajaran yang belum memadai, jarak yang jauh dan terjal bahkan harus melewati hulu sungai dan bukit hanya untuk pergi ke sekolah, kurangnya tenaga pengajar, dan masalah-masalah lainya yang masih terjadi di bumi pertiwi kita, Indonesia.

Coba teman-teman bayangkan, bagaimana jadinya bila anak-anak muda generasi bangsa ini tergerak hatinya untuk mengajar dan mengabdikan dirinya demi mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertuang pada UUD 1945. Mereka rela meninggalkan kenyamanan kota dan jauh dari keluarga untuk mengabdi ke pelosok negeri, sebagai guru. Subhanallah.

Guruku sayang, guruku tercinta. Tanpamu apa jadinya aku, tak bisa baca tulis, dan mengerti banyak hal, guruku, terimakasihku dari nurani terdalam.

Sudahkah Kamu mengucapkan rasa Terima Kasihmu kepada Gurumu hari ini?

Click to comment