Dice; Kubus Yang Bisa Mengubah Segalanya, Termasuk Hidupmu Yang Membosankan Dan Penuh Ketidakadilan - Review Komik Webtoon #1

Dice; Kubus Yang Bisa Mengubah Segalanya, Termasuk Hidupmu Yang Membosankan Dan Penuh Ketidakadilan - Review Komik Webtoon #1
Dice - Pinterest




Edisi bulan mei ini, author ingin berbagi tulisan bergenre review, tentu ulasannya sesuai dengan minat author. Review minggu ini author ingin berbagi cerita keseruan saat membaca komik berjudul "Dice", dalam review ini, author akan menempatkan diri sebagai pemeran utama dalam komik tersebut, selamat menikmati petualangan komik Dice melalui tulisan ini. :)


Namaku Dongtae, begitulah teman-teman memanggilku. Aku diperlakukan sebagai pesuruh oleh siswa berandalan di sekolahku. Nasib yang tak beruntung, bukan? Setiap kali mereka menyuruhku membeli makanan dan minuman di kantin sekolah, aku selalu salah dan berakhir seperti ini;

Setiap kali aku dipukuli dan ditindas oleh mereka, kadang, aku berpikir kalau  aku membenci diriku sendiri, diriku yang lemah, jelek, bodoh, dan tak berdaya ini. Dalam hati, aku bertanya pada diriku sendiri;

Apakah hidupku sudah tak ada harapan?
Akankah  ada perubahan jika aku mencoba berusaha?

Pertanyaan itu terus terngiang di benakku, entah, kapan pertanyaan sialan itu pergi dari benakku.  Sekalipun aku memikirkannya, aku takkan mungkin bisa merubah segalanya, seperti merubah penampilanku, kepintaranku, ketenaranku, dan yang paling penting, dihargai oleh teman-temanku.

Aku berjalan dengan tergopoh-gopoh, kakiku sakit, begitu sakit sampai aku berjalan seperti orang pincang  di mata orang lain, tak apa, aku sudah biasa dipukuli seperti  ini, ketika aku bergegas pergi dari tempat siswa berandalan itu,


Aku tak sengaja bisa mendapat kesempatan untuk melihatnya, Eunjoo, gadis tercantik dikelas, bukan, maksudku, di satu sekolah. Aku hanya bisa  terdiam sambil memandanginya dari jauh, aku tak berharap lebih, bisa berteman dan dekat dengannya saja aku sudah senang, mana ada gadis cantik yang tertarik dengan pesuruh sepertiku yang jelek dan bodoh ini.

Oh well, lihat bagaimana reaksiku begitu Eunjoo sadar aku sedang memandanginya, iya, aku langsung bersembunyi! Pengecut!

Aku tak mau Eunjoo tahu kalau aku memandanginya, jadi, seketika itu aku memutuskan untuk pergi. Ketika aku berlari menjauh, kupikir, aku sudah aman, yeah, aku sudah jauh dari Eunjoo, dia tidak  mungkin tahu kalau aku memandanginya tadi. Aku baru ingat, tasku tertinggal di kelas, aku lupa mengambilnya karena para berandalan itu menyuruhku membeli makanan dan minuman di kantin. Aku berjalan santai, aku tak begitu mempedulikan lingkungan sekitar, pada saat itu, aku berpapasan dengan seseorang.

Entah, aku tak mengenalnya, tapi kurasa, sepertinya dia bukan anak sekolah ini, ah biarlah, aku tak peduli, lebih baik aku bergegas pergi menuju kelas, mengambil tas, dan mengakhiri hari yang sial ini, yeah, walaupun hanya untuk sementara, karena esoknya, pasti kesialan lainnya akan datang kembali tiada henti. Kenapa? Karena aku tidak tampan, tinggi, pintar, dan populer, makanya tidak ada orang yang menghargaiku. 

Esoknya, benar saja, orang yang berpapasan denganku itu, pindah ke sekolahku, dan bagian yang paling tidak kusukai adalah kenapa dia harus sekelas dan duduk  di sampingku, ini tidak adil, rasanya seperti ada kesenjangan sosial yang tak bisa kutampikkan, si kaya dan si miskin, begitulah kesan awalku terhadapnya.


Tidak selesai sampai disitu, dalam waktu sehari, dia bisa mendapatkan segalanya, dia mendapatkan perhatian dari guru karena dia pintar, dia mendapat perhatian dari para gadis karena dia tampan, dan juga teman-teman laki-laki di kelasku bermain dengannya karena dia berbakat. Oh well, dunia ini sungguh tidak adil!


Eunjoo, tidak, kenapa kamu juga merebut orang yang aku kagumi dari dulu? Cukup! Aku muak! Aku tidak tahan melihatmu, Eunjoo, berdekatan dengan anak baru itu, Taebin. 


Aku memutuskan pergi dan berpaling dari tempat itu, berharap ini hanya mimpi buruk, aku berlari, dan terus berlari.
Duk! Sialnya, aku menabrak kelompok siswa berandalan yang selalu memperlakukanku sebagai pesuruh. Mereka memukuliku lagi, begitulah, siklus kehidupanku terus terulang seperti ini, disuruh, dipukul, dianggap tidak ada, tidak pernah dihargai, dipandang rendah, aku benci dan bosan dengan kehidupan ini!

Uhuk! Badanku sakit, biarlah, begitu pulang dan istirahat, pasti rasa sakit ini bisa hilang, yeah, walau hanya sementara. Para berandal brengsek itu sudah pergi, aku bisa pulang sekarang. Matahari sudah terbenam, sudah malam toh, aku harus segera pulang. Eh, tunggu dulu, bukankah itu Taebin? Kenapa aku bertemu lagi dengannya ketika aku berjalan pulang ke rumah? Ah, biarlah, aku tak peduli, tunggu sebentar, mau kemana dia? Apakah itu rumahnya? Sepertinya bukan, aku penasaran, lebih baik aku ikuti saja dia.

Dia ke atap, apa yang dia lakukan disana? Biar kuperiksa. Apa-apaan si Taebin itu, dia hanya berdiri sendiri disana, tapi kelihatannya dia seperti sedang menunggu sesuatu.

Lebih baik aku pulang saja, begitu aku berbalik, aku melihat cahaya biru keunguan berkilau, aku penasaran dengan asal cahaya itu.


"Benda kubus apa itu?"
"Warnanya biru berkilau, aku penasaran, aku ingin mengambilnya."






"Ini Dadu!!!"
"Ah tidak! Taebin memergokiku, dia jadi tahu kalau aku mengikutinya sedari tadi. Aku harus lari! Aku tidak akan memberikan dadu ini!!!"




"Sedikit lagi, aku akan sampai di pintu keluar! Hah! Taebin! Bagaimana bisa dia sudah sampai pintu keluar mendahuluiku!"

"Buuk!!!! Aku terkena pukulan Taebin! Sial, rasanya sakit sekali, perutku rasanya seperti melilit, badanku terpelanting jauh!"





"Taebin masih terus mengincar dadu yang ada di tanganku, daripada harus memberikannya, lebih baik kubuang saja!"
 "Aku mencoba berlari sejauh mungkin tapi sialnya aku tertangkap, aku terjatuh, tangan Taebin berusaha merebut dadu itu dari tangan kananku, tanpa sengaja, dadu itu, terjatuh dan lepas dari tanganku!"


 "Ketika dadu jatuh dan menggelinding, muncul cahaya lagi dari dadu itu, cahayanya berbeda dari sebelumnya, sekarang, warnanya merah, dadu itu pun berubah warna menjadi merah!"



 "Seketika itu, ponselku berdering, ada pesan masuk, nama pengirimnya adalah "X", aku tak tahu siapa dia, yang jelas kutahu, dia memberitahuku bahwa mulai sekarang aku adalah seorang "Dicer!"




 "Anehnya, begitu dadu berubah menjadi merah, pesan dari X yang menyebutku sebagai Dicer, Taebin langsung pergi dan tak merebut dadu itu dari tanganku lagi. Satu hal yang kutahu, dadu ini bisa merubah segalanya, aku membuktikannya sendiri dengan mata kepalaku sendiri, dadu ini bisa merubah penampilanku yang tak sedap dipandang mata menjadi cowok tinggi, keren, dan tampan. X juga bilang, aku juga bisa merubah hal lain selain penampilan seperti kelincahan, kekuatan, ketahanan, dan tentu kepintaran. Aku sudah tidak sabar, aku ingin melihat reaksi teman-teman sekelas, kira-kira apa ya reaksi mereka begitu melihat penampilaku yang sekarang? Yang jelas, mereka pasti akan terkejut, dan perubahan ini semua, karena dadu ini, dice, kubus yang merubah segalanya, termasuk hidupmu yang membosankan dan penuh ketidakadilan."











-------------------------------------------------------Selesai--------------------------------------------------

Gimana review komik dice buatan author? Keren, enggak? Pasti kamu penasaran;

  • Gimana caranya dadu itu muncul di dekat Dongtae?
  • Kenapa Taebin bersikeras ingin merebut dadu itu dari Dongtae?
  • Kenapa dadunya berubah warna menjadi merah ketika digelindingkan?
  • Apa itu Dice?
  • Apa itu Dicer?
  • Dan bagian yang membuat penasaran adalah;
  • siapa itu X?
  • dan bagaimana caranya Dice bisa merubah hidupmu?

Jawabannya hanya bisa kamu temukan denngan cara membaca komiknya langsung di webtoon, dengan judul Dice. Kamu bisa membaca komiknya  langsung melalui link ini: Dice.

Bagaimana menurutmu?

Sumber gambar: 

4 komentar

avatar

Hmm saya sedih pas cerita pertamanya yang di gebukin kasihan soalnya.

avatar

Wah okeh juga nih sepertinya bagus ceritanya.

avatar

Sri Lestari:

Skema ceritanya memang seperti ini, karakter utamanya mengalami banyak keadaan tidak menyenangkan, tapi itu hanya sementara aja kok, karena dice, Dongtae bisa berubah, kehidupannya jadi lebih baik dari sebelumnya.

avatar

Kang Nurul Iman:

Iya seru, makanya gue buat review soal komik ini. :)

Click to comment