Jangan Berhenti Menulis Karena 2 Alasan ini: Under Pressure dan Diganggu Orang Lain

Jangan Berhenti Menulis Karena 2 Alasan ini: Under Pressure dan Diganggu Orang Lain
Jangan Berhenti Menulis Karena 2 Alasan ini: Under Pressure dan Diganggu Orang Lain
Gambar diunduh dari Wikihow

Pernahkah Kamu menulis ketika sedanga Under Pressure? Atau sedang asyik menulis, tiba-tiba diganggu oleh orang lain? Ternyata tantangan menulis tidak hanya writing block, kehabisan ide. Namun ada lagi, yaitu pengaruh dari dalam diri dan luar dirimu, yakni lingkungan sekitar.

1. Menulis Saat Under Pressure

Mari kita ulas bagian pertama, menulis ketika under pressure. Hambatan ini bisa datang ketika kamu sedang ada deadline, tugas, rapat penting organisasi, dan kekasihmu meminta jalan pada waktu yang sama.

Tekanan lainnya, malas menghampiri. Bila kamu benar-benar ingin menjadi penulis, ada baiknya tidak menuruti rasa malas itu. Lawan rasa malas itu, nggak lama kok, hanya satu atau dua jam. Bila kamu menyerah dan berhenti menulis, penyesalannya lebih banyak. Kamu harus kehilangan ide bagus yang terlintas di benakmu, tidak ada posting baru di blogmu, pembaca blogmu berkurang perlahan, dan bagian terburuknya, pembacamu pergi karena mereka pikir kamu sudah berhenti menjadi penulis. 

Tantangan lainnya adalah kamu sedang punya masalah. Seringnya kita lebih memilih menyelesaikannya terlebih dahulu, tidak salah memang, namun kalau kamu sampai lupa menulis, itu baru salah. Yakini dalam dirimu bahwa bukan hanya dirimu yang sedang tertimpa masalah, orang lain pun sama, tapi mereka tetap menulis.

2. Diganggu Orang Lain Saat Menulis

Mari kita ulas poin kedua, yakni menulis ketika diganggu oleh orang di sekitarmu. Buat kamu yang memiliki tipikal butuh suasana tenang dan nyaman. Hambatan ini bisa sangat berpengaruh terhadap produktivitas menulismu. Awalnya kamu semangat on-fire buat menulis, lalu datang teman, kakak, adik atau siapa pun itu, mereka menghampirimu dan mengajak berbincang-bincang. Sudah tentu, kamu akan merasa terganggu, dan terpaksa meladeni ocehan mereka. Satu hal, mereka sudah tahu kalau kita sedang menulis, lantas kenapa sih malah mengganggu? Mereka mengganggap topik pembicaraannya lebih penting daripada aktivitas menulismu. Sekarang, pertanyaannya adalah apakah kamu mau meladeninya baru menulis atau sebaliknya. Pilihan kedua lebih baik, minta lah dengan sopan, katakan padanya kalau kamu saat ini sedang tidak mau diganggu, kamu sedang menulis. 

Last but not the least, solusi dari dua hambatan di atas adalah jangan mau menyerah dengan keadaan apapun yang bisa menghentikanmu dari menulis, kenapa? Karena kamu adalah penulis. Pembacamu merindukan tulisan-tulisanmu, jangan buat mereka kecewa hanya karena under pressure dan diganggu oleh seseorang. Karena mereka membutuhkan kehadiranmu melalui tulisan-tulisanmu. :)