Motivasi Menulis - Akan Selalu Ada Ruang Pembaca Untuk Tulisanmu. Maka Dari Itu, Teruslah Menulis!

Motivasi Menulis - Akan Selalu Ada Ruang Pembaca Untuk Tulisanmu. Maka Dari Itu, Teruslah Menulis!
Motivasi Menulis - Akan Selalu Ada Ruang Pembaca Untuk Tulisanmu. Maka Dari Itu, Teruslah Menulis!
Motivasi Menulis - Akan Selalu Ada Ruang Pembaca Untuk Tulisanmu. Maka Dari Itu, Teruslah Menulis! - Gambar diunduh dari google.com

Sesekali, kamu pasti pernah merasa mau berhenti menulis. Merasa semua usahamu sia-sia belaka. Kamu menganggap tulisanmu tidak diminati dan disukai orang. Dan pada akhirnya, kamu berkata; "Aku Mau Berhenti Menulis!!!"

Alih-alih menuruti perasaan negatif yang sifatnya sesaat, lebih baik kamu teruskan perjuanganmu sebagai penulis. Benar memang, saat ini kamu belum menjadi siapa-siapa, belum menjadi penulis terkenal, belum menelurkan karya-karya indah yang dibaca banyak orang. Namun, kamu tidak boleh terus, dan terus menyalahkan dirimu, memang itulah dirimu yang sekarang, menuruti emosi negatif hanya menghapuskan 1 bakat unikmu, menulis.

Saya sendiri pun, jujur saja, bisa dibilang belum bisa konsisten dalam menulis. Bila kamu memang pembaca blog ini, pasti kamu mengetahuinya, terkadang banyak posting baru dalam seminggu namun bisa hanya 1 atau 2 tulisan dalam sebulan atau bahkan tidak ada sama sekali. 

Namun, keinginan menjadi seorang penulis tetaplah ada, dan akan terus terngiang dalam pikiran saya setiap hari, hanya saja, jari ini belum juga menyentuh tut keyboard laptop. Baru hari ini, ya, detik ini, saya kembali menulis lagi di blog ini. Semoga tulisan-tulisan disini bisa bermanfaat untuk kalian, pembaca blog Daily Blogger Pro. Buat kamu yang masih terus membaca artikel di blog ini, saya ucapkan terimakasih banyak, tentu kamu memiliki alasan tersendiri untuk datang kembali kesini, saya tidak tahu apa alasannya, saya hanya bisa merasa senang dengan kehadiran kalian.

Lingkungan saya saat ini, tidak banyak penulis, seminar dan workshop menulis pun jarang. Saya kuliah di fakultas keguruan, acara-acara di kampus lebih menyentuh ke ranah keilmuan, khususnnya keguruan. Lalu, saya juga mengikuti perlombaan English Debating, setidaknya saya sudah 4 kali mengikuti perlombaan. Lantas, bagaimana dengan menulis? Saya tidak banyak memiliki teman yang gemar menulis. Lingkungan memang berperan penting, namun sekali lagi, saya tidak harus memulai menulis sampai lingkungan itu ada, bukan? Perlu banyak semester menantinya, so, lebih baik menulis sekarang juga melalui blog, tidak peduli apakah lingkunganmu mendukung atau tidak. Selagi punya niat untuk terus menulis, just go ahead. 

Dulu, sewaktu SMA, sedari awal selesai menulis cerpen, saya langsung meminta teman sekelas untuk membaca tulisan saya, untuk apa? Saya ingin mendapatkan penilaian dari orang lain, apakah tulisan saya sudah bagus, disukai,dan  layak dibaca. Dari kegiatan tersebut, saya sadar satu hal, saya tidak bisa membuat semua orang senang dengan tulisan saya. Menulis satu karya yang benar-benar bisa diterima banyak pembaca itu mustahil, jadi, sebaik atau seburuk apapun tulisan yang saya hasilkan, saya tidak peduli. Kenapa?

Karena;

"Once it's out of your hand, it doesn't belong to you."

Sekali tulisanmu di publish, kamu tidak memiliki "hak penuh" atas tulisanmu itu. Pembaca lah yang berhak menilai dan memberimu label dari hasil karyamu. Karyamu bisa dipuji atau malah dicaci-maki. "Kamu bisa dibilang penulis cerdas", atau "penulis yang cuma ingin terkenal.'

Sebaik dan seburuk apapun tulisanmu, kamu tetap tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa kamu penulis professional adalah dengan menunjukkan bukti, dengan terus berkarya, dan menyumpal mulut orang-orang yang tak menyukai karyamu dengan terus menghasilkan karya.

Last, but not the least, sebelumnya, saya bilang kalau menulis untuk semua orang itu mustahil. Tapi bukan berarti kamu tidak akan mendapat pembaca, selalu ada pembaca untukmu, selalu ada orang yang akan suka dengan gaya tulisanmu yang unik, khas, cerdas dan cuma kamu satu-satunya yang bisa menulisnya. Sekarang, pertanyaannya, kalau kamu berhenti menulis sekarang, kamu tidak akan menemukan mereka. Maka dari itu, teruslah menulis, sampai suatu ketika, kamu dipertemukan dengan mereka, your lovely reader.