Hidupmu Terlalu Sempurna Untuk Mengungkit Masa Lalu. Karena Kamu Tidak Hidup di Masa Lalu.

Hidupmu Terlalu Sempurna Untuk Mengungkit Masa Lalu. Karena Kamu Tidak Hidup di Masa Lalu.
Hidupmu Terlalu Sempurna Untuk Mengungkit Masa Lalu. Karena Kamu Tidak Hidup di Masa Lalu.
Hidupmu Terlalu Sempurna Untuk Mengungkit Masa Lalu. Karena Kamu Tidak Hidup di Masa Lalu. - lovethispic.com

Dalam hidup, kamu terus beranjak dewasa dari hari ke hari. Kehidupan pun mengajarkanmu sesuatu, tentu pelajaran yang didapat tidak sama dengan orang lain. Ketika hidup mempertemukanmu dengan pengalaman tidak menyenangkan, pengalaman itu melekat dalam memori, kenapa? Karena manusia lebih mudah mengingat hal-hal menyakitkan dalam hidupnya.

Ketakutan akan masa lalu, pola pikir ini lah yang ada dalam konstruksi sosial kita sekarang. Tidak semua hal harus disandarkan pada masa lalu, kalau kamu mengiyakan hal itu, jangan salahkan bila kamu tidak bisa berbuat atau bertindak apa-apa saat ini.

Ada orang yang suka pilih-pilih dalam berteman karena dulu pernah dikecewakan oleh temannya.

Ada orang yang tidak berani membuat keputusan karena takut keputusannya salah dan merugikannya seperti dulu.

Ada orang yang menginginkan hubungannya kembali seperti dulu lagi karena merasa saat ini hubungannya sedang tidak berjalan baik.

Berapa banyak orang yang masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Pikirannya ada di masa lalu tapi hanya fisiknya saja yang ada di masa sekarang. 

Kamu yang memilih-milih dalam berteman, pastinya kamu tidak akan punya banyak teman karena tidak ada seseorang pun yang ingin berteman dengan orang yang pilih-pilih. Pola pikir ini akan membuat pemiliknya untuk berpikir bahwa tidak semua orang bisa dipercaya, kamu tidak ingin dibuat kecewa lagi, sekarang pertanyaanya, apakah kamu akan mendapatkan teman kalau kamu masih mengungkit temanmu yang membuatmu kecewa dulu? Alih-alih mencari teman baru, kamu yang berpikiran seperti ini malah tidak mau berteman dengan orang lain, hal ini akan terus terulang kembali dan baru berakhir jika kamu mau melepaskan pengalaman burukmu di masa lalu.

Kamu yang berpikiran tidak berani dalam membuat keputusan karena takut salah, tidak akan pernah membuat keputusan. Saya pikir, keputusan itu satu paket dengan konsekuensinya. Kalau kamu ingin melampauinya, kamu harus mengesampingkan pemikiran takut salah membuat keputusan dan berani menerima konsekuensi dari keputusan itu.

Kamu yang merasa hubunganmu sedang tidak baik Lebih baik tidak mengungkit-ungkit masa lalumu dengan berkata: "Aku hanya ingin menjadi "Kita" yang dulu. Kamu yang sekarang bukan lagi menjadi kamu yang dulu kukenal." Karena hal itu tidak akan membuat hubunganmu berjalan baik dengannya. 

Berhentilah mengungkit masa lalu, dengan begitu kamu bisa berteman, berani membuat keputusan, dan menjalani hubungan yang baik dengannya. Karena hidupmu terlalu sempurna untuk mengungkit masa lalu. karena kamu tidak hidup di masa lalu.