Tips Menulis; Bukannya Kamu Tidak Punya Waktu Menulis, Yang Ada Adalah Maukah Kamu Meluangkan Diri Untuk Menulis?

Tips Menulis; Bukannya Kamu Tidak Punya Waktu Menulis, Yang Ada Adalah Maukah Kamu Meluangkan Diri Untuk Menulis?
Photo via VisualHunt

Kalau kamu pembaca blog ini, kamu pasti sudah pernah membaca artikel mengenai "Kapan Waktu Yang Paling Tepat Untuk Menulis?". Pertanyaan dari artikel itu bisa memberimu jawaban sekaligus dorongan untuk menggerakkan dirimu untuk menulis, namun mengetahui motor penggerak diri untuk mengambil langkah menulis kembali dari hiatus tidaklah cukup, masih ada satu pelajaran lagi yang ingin saya sampaikan melalui artikel ini dan bisa meningkatkan produktifitas menulismu.

Banyak penulis memiliki goal yang sama yaitu produktif menulis. Bagi penulis yang sedang meniti karir menulisnya dari blog, banyak penulis blog yang menginginkan bisa menulis satu artikel sehari di blognya, saya sering menemui blogger yang punya keinginan sama dengan saya ini. Kami mencobanya, kami mencoba untuk memotivasi diri untuk mempertahankan diri menulis setiap hari. 

Kasus saya, saya pernah menulis satu artikel setiap hari, tahu seberapa lama saya bisa bertahan menulis setiap hari? Saya hanya berhasil konsisten menulis setiap hari hanya seminggu, seterusnya, saya menulis dua hari sekali, empat hari sekali, atau bahkan 3 minggu sekali. 

See? Susah sekali konsisten untuk bisa mempertahankan diri menulis setiap hari. Ada saja alasan yang menghentikan diri untuk tidak menulis, seperti deadline tugas kuliah, uts, uas, kerja, organisasi, dan kegiatan lainnya yang sebenernya tidak ada kaitannya dengan aktifitas menulis.

Alasan paling klasik di dunia kepenulisan, tidak punya waktu! Alasan klasik ini bahkan sudah banyak menumbangkan calon penulis di masa depan yang sedang berproses menempa diri demi mewujudkan impiannya menjadi penulis professional.

Hal ini terbukti dengan pengalaman saya ngeblog selama 3 tahun ini, banyak teman-teman blogger yang menghilang dari dunia menulis di blog, kebanyakan dari mereka mengklaim tidak punya waktu, tidak masalah kalau memang mereka berhenti sejenak lalu kembali aktif menulis lagi, namun bagaimana bila mereka berhenti total menulis di blog? Dan kekhawatiran saya terbukti, banyak teman-teman blogger yang menghilang dari dunia blogging, tidak ada tulisan baru, tidak ada komentar dari mereka, pokoknya tidak ada kabar sama sekali! 

Padahal kalau kita kritisi, waktu kita dalam seminggu atau bahkan sehari, kita selalu punya waktu luang, tidak mungkin selama 24 jam penuh kita tidak berhenti sejenak dari aktifitas harian, bukan? Pasti ada waktu luang. 

See? Kita menyadari bahwa waktu 24 jam yang kita miliki tiap harinya ternyata memberikan kita kesempatan, kesempatan untuk memanfaatkan waktu luang yang ada untuk bisa menulis, namun kita seringkali terlena menunda passion menulis kita dan menggantikannya dengan bersantai ria dengan alasan kita bisa menulis di lain waktu. Kenyataannya, alasan kita bisa menulis di lain waktu itu tidak pernah terbukti, dalam artian kita menundanya terus hingga tidak menulis sama sekali!

Kita tidak boleh dikalahkan oleh aktifitas harian kita. Betul memang aktifitas harian kita itu penting, hanya saja, kita perlu mengingat bahwa aktifitas itu tidak boleh mengganggu atau bahkan menghentikan kita dari menulis. Di sela-sela kegiatan rutinitas harian, kita pasti punya waktu luang, pertanyaannya adalah;

"Maukah Kamu Meluangkan Diri Untuk Menulis?"

Ketika kita berhasil memaksa keinginan diri untuk meluangkan waktu untuk menulis, masalah klasik tidak punya waktu menulis akan teratasi. Produktifitas menulis pun akan mulai terasah dan berkembang naik secara bertahap dari sedikit, menengah, lalu pada akhirnya produktifitas yang tinggi dalam menulis berhasil kita bentuk dan dapatkan melalui mau meluangkan diri untuk menulis.

Dengan mau meluangkan diri untuk menulis, itu berarti kita sedang mencoba membimbing diri untuk tidak mau mengalah dengan rasa malas bersantai ria di kala sedang luang. Tidak mau mengalah memang terlihat seperti sifat negatif, namun kita bisa merubah konsep tidak mau mengalah menjadi bermakna positif dengan menempatkannya di tempat yang tepat, yakni di dunia produktifitas kepenulisan.

Jikalau keahlian meluangkan diri untuk menulis sering kita praktekkan, itu berarti kita sedang membentuk kebiasaan baru dalam menulis. Kebiasaan ini jika terus kita praktekkan dan ulangi setiap hari, maka kita bisa menulis lebih produktif lagi dari diri kita sebelumnya.

Kamu tahu kenapa penulis-penulis profesional mampu menerbitkan banyak karya? Dibalik karya yang banyak itu, penulis profesional mau meluangkan dirinya untuk menulis, mereka percaya,  hanya dengan mau meluangkan diri untuk menulislah mereka dapat menghasilkan karya berkualitas untuk para pembaca. Jadi, tunggu apalagi, segera luangkan dirimu untuk menulis. 

Bagaimana menurutmu?

Click to comment