Kami Memang Membuat Kesalahan, Namun Mengungkitnya Kembali Begitu Kami Sudah Meminta Maaf dan Mengganti Rugi Membuat Kami Jengah Padamu

Konten yang kamu baca gratis! Tapi kamu boleh kok, kasih tip donasi minimal 10k sebagai bentuk apresiasi untuk kreator via Lynk.ID / Whatsapp
10k 20k 25k 10k 20k 25k

Kami Memang Membuat Kesalahan, Namun Mengungkitnya Kembali Begitu Kami Sudah Meminta Maaf dan Mengganti Rugi Membuat Kami Jengah Padamu
Credit: Stocksnap

Cerita ini berlatar di bulan puasa tahun ini, 2016, seperti pada umumnya orang yang berpuasa, kamu tentunya bangun di sepertiga malam untuk menyantap kudapan sahur supaya kamu kuat seharian beraktifitas di bulan puasa ini.

Ceritanya, saya dan adik kelas saya (sebut saja namanya Huraira, namun panggilan akrabnya itu "Oi") ingin membeli makanan untuk disantap kala sahur. Selayaknya mahasiswa rantau pada umumnya, kami ingin mencari makanan yang terjangkau namun mengenyangkan, sayang, sudah berkeliling kesana kemari, tempat makannya banyak yang tutup, kecuali rumah makan padang.

Apa boleh buat, kami enggak punya pilihan lain selain beli makanan di tempat itu, well, ketika saya dan adik kelas saya ini masuk ke rumah makan padang itu, adik kelas saya ini berulah, kalkulator yang digunakan oleh pemilik toko itu tidak sengaja tersentuh dan terjatuh.

"Gubrak!!!" Suara kalkulator jatuh (Anggep aja suaranya begitu).

Pemilik toko: "Aduh, kalkulator saya rusak!"

Oi: "Maaf ya pak, saya enggak sengaja pak, saya enggak tahu kalo disamping saya ada kalkulator."

Pemilik Toko: "Aduh, mana kalkulatornya mahal lagi, kamu harus ganti pokoknya."

Saya dan adik kelas saya saling menoleh. Maksudnya kami sama-sama saling setuju kalau kalkulator itu harus diganti tapi kami enggak suka dengan pernyataan pemilik toko kalau kalkulator itu mahal, faktanya kalkulator itu sudah berumur dan usang, bukan maksudnya menjelekkan, tapi memang begitu adanya, kalkulator itu sudah diperban dengan selotip di semua sisinya, pemilik toko meminta kami menggantinya dengan uang lima puluh ribu, oh well, itu enggak sebanding dengan harga aslinya, jadi kami berpikir untuk mengganti rugi dengan harga sesuai tipe kalkulatornya.

Esoknya, ketika waktu menjelang berbuka puasa, kami kembali membeli makanan di rumah makan padang itu lagi, kamu tahu apa yang terjadi seketika kami sampai disana? Pemilik toko itu bukannya memulai percakapan dengan menanyai keperluan kami membeli makanan apa, dia malah membahas soal kejadian kalkulator kemarin. Bukan maksud kami tidak mau mendengarkannya, namun alangkah baiknya tidak membahas dan mengungkit persoalan itu lagi, kami datang baik-baik untuk membeli makanan ditempatmu, bukan mau mendengarkan ujaranmu tentang kalkulator, seketika itupun kami merasa jengah dan memutuskan tidak mau membeli makanan disana lagi. 

"Kami Memang Membuat Kesalahan, Namun Mengungkitnya Kembali Begitu Kami Sudah Meminta Maaf dan Mengganti Rugi Membuat Kami Jengah Padamu"

Bagaimana cerita ini menurutmu?

Suka dengan konten ini? Yuk kasih rating & kirim tip donasi minimal 50k untuk kreator via Lynk ID / Whatsapp ;


50k 100k 150k 50k 100k 150k

Disclaimer untuk pembaca;

Hak Cipta Konten & Aturan Berkomentar

Semua lisensi hak cipta kepemilikan konten yang ada di website ini adalah milik Daily Blogger Pro. Dilarang keras menjiplak (Copy-Paste), Mencuri Konten, atau Diterbitkan Ulang di Website, blog, karya ilmiah (jurnal, skripsi, buku komersil). Aturan berkomentar mudah, cukup komentar sesuai topik artikel, semua komentar akan dimoderasi, komentar yang relevan & tidak SPAM akan diterbitkan.