Linda Sudarsono, Desainer Muda Yang Mengharumkan Nama #BatikIndonesia di Negeri Sakura

Linda Sudarsono, Desainer Muda Yang Mengharumkan Nama #BatikIndonesia di Negeri Sakura
Linda Surdarsono - Image Source

Kalau kamu kebetulan berkunjung ke Jepang, bertemu dan memandangi penduduk setempat mengenakan pakaian kimono tentunya itu menjadi pemandangan yang biasa, bukan? Namun, lain ceritanya kalau kamu bertemu orang Jepang yang mengenakan batik Indonesia, Apa yang kamu rasakan saat itu? Senang? Takjub? Bangga? Begitulah rasanya, seperti ada rasa senang yang meledak-ledak dan hanya hatimu yang mengerti betapa senangnya dirimu saat itu.

Well, seperti yang kita ketahui, UNESCO telah menetapkan batik sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) asli Indonesia semenjak 2 Oktober 2009. Semenjak itu, batik Indonesia dikenal luas oleh masyarakat internasional.

Namun, sebuah penghargaan tidak serta merta membuat batik bisa dikenal dan menyentuh hati orang-orang yang sama sekali belum bertemu dengannya secara langsung, seperti seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama, orang-orang baru akan benar-benar mencintai batik jikalau mereka dapat melihatnya sendiri dengan mata kepala mereka sendiri. Maka dari itu, perlu adanya seseorang yang mau mengenalkannya pada masyarakat dunia, disinilah para desainer batik dapat berperan.

Disinilah, anak negeri ini bisa mengambil peran lebih aktif lagi untuk mengharumkan nama batik Indonesia lewat karya-karya uniknya sendiri yang kelak dapat menarik hati orang yang memandangnya hingga tergerak untuk membeli dan mengenakannya dalam kesehariannya dengan rasa senang dan bangga. Sebut saja namanya, Linda Sudarsono, salah satu desainer muda yang fokus menekuni bidang fashion batik.

Linda banyak terinspirasi dari 3 motif batik yang khas, filosofis, dan elegan. Ketiga motif itu adalah motif batik Lasem asal Jawa Timur, motif cirebon dan Yogyakarta. 

Usahanya ini ia rintis semenjak awal tahun 2010. Seperti yang kita ketahui, tak ada penghargaan yang diraih tanpa kerja keras, begitu pula karir Linda di industri desain batik. Awalnya, bisnis di industri batik datang dari ide temannya yang bekerja sebagai direktur di salah satu bank swasta, namun selama perjalanannya, ia menekuni bisnis ini secara mandiri karena temannya sibuk dengan pekerjaannya di bank. 

Sebagai permulaan, ia hanya menjualnya kepada orang terdekat seperti teman, dan kerabatnya. Namun, usahanya yang fokus untuk memberikan kualitas karya terbaik melalui produk batiknya, akhirnya produk desain batiknya itu membuahkan hasil yang memuaskan. 

Fokus utama Linda dalam batiknya adalah membuat batik dengan metode batik tulis yang dikreasikan dengan metode cap dibanding metode printing. Kenapa? Karena Linda ingin batiknya selain berkualitas tinggi, ia juga ingin harganya bisa dijangkau oleh semua kalangan Kamu bisa membeli batik buatan Linda dengan harga Rp. 350.000 hingga 5 juta rupiah. 

Kini, banyak sekali penikmat batik yang menjadi pelanggan tetapnya yang tertarik untuk membeli batik melalui butiknya. Tidak hanya sukses di tanah air, pada Oktober 2015, Linda juga berkesempatan untuk membuka pameran fashion show batik hasil buatannya di negeri Sakura, Jepang. Dalam kesempatan itu, ia mengenalkan batik pada penduduk jepang yang hadir dalam pamerannya, impresinya positif, banyak penduduk Jepang yang tertarik dan jatuh cinta dengan batik Indonesia, hal ini dibuktikan dengan pencapaian penjualan batiknya yang dihargai tinggi, yakni 35.000 yen atau setara dengan 4 juta rupiah. Hebat, bukan?

Bukan hanya mengenalkan batik Indonesia, Linda juga mengharumkan nama batik Indonesia hingga dikenal luas di negeri Sakura.

Click to comment