Kebosanan bukan ada untuk kau jauhi, namun, ia ada untuk memberimu jeda waktu sejenak untuk mensyukuri nikmat Tuhan dengan cara memikirkan kembali segala pemberian Tuhan yang diberikan-Nya padamu

Kebosanan bukan ada untuk kau jauhi, namun, ia ada untuk memberimu jeda waktu sejenak untuk mensyukuri nikmat Tuhan dengan cara memikirkan kembali segala pemberian Tuhan yang diberikan-Nya padamu
Pinteresr
Kau tahu, kadang kala kita merasakan kebosanan yang teramat membelenggu. Tidak hanya aku dan kau saja yang pernah merasakan perasaan yang membingungkan ini, namun semua orang juga merasakan hal yang sama, hanya saja, cara kita memperlakukannya saja yang berbeda.

Ada orang yang benci sekali dengan perasaan bosan dan ingin segera mengenyahkannya sesegera mungkin dengan cara bersenang-senang.

Kau mungkin bisa pergi karaoke, nonton film di bioskop, atau bahkan jalan-jalan ke destinasi nan indah. Namun, kutanya, apakah kita selamanya bisa terus meluangkan waktu untuk sekedar bersenang-senang hanya karena merasa bosan semata? Padahal, belum tentu kita masih punya waktu untuk melakukan segala hal menyenangkan itu.

Ada orang yang jenuh dan lelah dengan keadaaan dirinya saat ini dan melabeli diri dengan diksi; bosan.

Kau mungkin bisa terus membohongi diri dengan berkata; “Aku baik-baik saja.” Padahal hatimu sedang dirundung rasa bosan yang teramat menjemukan sampai-sampai kau letih dibuatnya. Mengulang kebohongan yang sama tiap kali seseorang bertanya mengenai apa yang sedang kau rasakan saat ini memang bisa dilakukan, bisa sekali. Namun, apakah dengan melakukan kebohongan itu rasa jenuh dan lelahmu terobati? Tentunya tidak, alangkah baiknya, kalau kau jujur pada dirimu sendiri jikalau kau memang sedang bosan. Kurasa, itu lebih melegakan.

Ada orang yang ingin melarikan diri darinya supaya ia bisa terbebas darinya.

Kau mungkin bisa melarikan diri darinya, namun kau tak akan pernah terlepas darinya, rasa bosan itu hal yang wajar dan pasti, oleh karenanya kau tak perlu berlari lagi, itu sungguh melelahkan.

Bagiku, rasa bosan itu harus diterima sebagaimana adanya perasaan itu dalam hati kita, tak perlulah kita kesal dengannya, lari darinya, dan merasa lelah karenanya. Justru, disaat-saat bosan inilah, kita bisa berhenti sejenak untuk keluar dari kesibukan aktifitas yang tiada habisnya, dengan begitu, kita bisa berpikir mengenai nikmat-nikmat yang Allah berikan pada diri ini melalui sebuah momen jeda dalam kehidupan tatkala kita merasa bosan.

Aku bersyukur saat senang, begitu pula saat bosan. Keduanya memiliki sisi unik yang membuat diri ini merasa bahagia melalui pencapaian hidup yang telah diraih dan memberikan kita jeda waktu sejenak untuk menyadari bahwa setiap kebahagian dan pencapaian yang ada pada diri ini adalah nikmat terindah yang Allah berikan supaya diri ini bisa terus diberi waktu untuk berusaha dekat dengan-Nya melalui syukur ditiap momen kehidupan yang lalu, kini, dan seterusnya. :)

Click to comment