Dia Yang Datang Hanya Ketika Membutuhkan Sesuatu Darimu Dan Berpaling Begitu Kau Sudah Tak Berguna Lagi Baginya Tak Pantas Disebut Teman

Orang Yang Datang Hanya Ketika Dia Membutuhkan Sesuatu Darimu Dan Berpaling Begitu Kau Sudah Tak Berguna Lagi Baginya
Credit: 東京喰種考察.com
Aku lebih merindukan seorang teman yang datang padaku karena ia ingin mengunjungiku, bersenda gurau, dan menghabiskan momen menyenangkan bersama dibanding harus berhadapan dengan seseorang yang menyebut dirinya sebagai temanku hanya disaat dia membutuhkan sesuatu dariku.

Berdasarkan sejarah hidup yang telah kulalui selama ini, faktanya jikalau ada sekumpulan orang yang menyebut dirinya sebagai "Teman", aku tak bisa begitu saja mempecayainya begitu saja. Kenapa?

Bukannya aku skeptis ya, hanya saja dia yang menyebut dirinya sebagai temanmu bukan dibuktikan oleh ucapan semata, namun ia juga teruji oleh waktu.

Seseorang yang tulus berteman denganmu datang tanpa tendensi atau kepentingan apapun
Sedangkan mereka yang hanya mendekat padamu karena ada maunya bisa dipastikan dia bukan temanmu dan aku tak berniat berurusan dengan orang semacam itu.

Temanmu akan terus bersamamu tanpa perlu pengakuan
Sedangkan mereka yang butuh sesuatu darimu akan selalu mengaku-ngaku dirinya sebagai temanmu 

Oh well, bahkan dia menggunakan status temannya itu untuk memaksamu memenuhi keinginannya. Tak ada orang yang lebih brengsek dibandingkan harus berhadapan dengan orang semacam itu.

Bila harus membandingkan, teman-teman sekelasku di sekolah menengah pertama yang terkenal akan kenakalannya pun masih lebih baik dibanding mereka yang menyebut-nyebut dirinya sebagai teman namun pergi begitu apa yang dimau sudah mereka dapatkan.

Aku bersyukur diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang yang ingin berteman denganku karena memang ingin berteman.

Begitu juga sebaliknya, aku pun bersyukur diberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang mengaku-ngaku temanku saat dia butuh sesuatu supaya aku tidak menjadi orang brengsek seperti mereka.

Would you be my friend?
Credit: Pinterest

Dia yang tulus ingin berteman denganmu tidak hanya memberi pertanyaan "Siapa namamu?" saja, namun alih-alih hanya sekedar basa-basi menanyakan nama, ia lebih tertarik mengajukan pertanyaan lain seperti: "Maukah kamu berteman denganku". Setidaknya, melalui pertanyaan ini, alasannya berteman itu karena memang ia ingin berteman dengan kita. 

1 komentar:

avatar

Fiгst οff I wоuld ⅼike to sаy awesolme blog! Ӏ had a
quick question which I'd ⅼike to ɑsk iff you don't mind.
I wass interested to know how yߋu center yourself ɑnd cⅼear yiur thoughts prior toⲟ writing.
I've hadd trouble clearing mү thouɡhts іn getting my ideas оut.
Ӏ tгuly do tаke pleasure іn writing however it ϳust sеems like thе first 10 to 15 minutess are generally lost simply ϳust trying too figure оut hоw
to begin. Any suggestions or hints? Cheers!

Click to comment