Jangan Kau Pikir Kecuranganmu Itu Tak Diketahui Oleh SIapapun, Mereka Hanya Tidak Menyatakannya Dan Lebih Memilih Langsung Berpaling Darimu Karena Ulahmu Itu

Jangan Kau Pikir Kecuranganmu Itu Tak Diketahui Oleh SIapapun, Mereka Hanya Tidak Menyatakannya Dan Lebih Memilih Langsung Berpaling Darimu Karena Ulahmu Itu
Credit: Wallpaper Maiden

Sebagai pembeli, ada hal penting lainnya selain merasakan makanan enak dan minuman menyegarkan di meja makan kita. Apa itu? Kejujuran! :)

Kalau penjual makanannya jujur, baik itu restoran, food court, atau bahkan minimarket, pastinya kita akan nyaman membeli apapun di tempat mereka.

Berbeda ceritanya kalau mereka enggak jujur, enggak hanya memberikan kesan buruk pada mereka ketika customer tahu trik curang mereka, tapi juga, para customer bakalan enggak mau balik lagi beli apapun di tempat mereka sekalipun sedang mendesak dan tempatnya dekat.  

Kemarin, saya menemani salah seorang teman membeli aksesoris ponsel di sebuah mall. Dua jam berkeliling mencari sesuatu yang ia cari berhasil membuat saya kelaparan, so, we decide to buy something for lunch.

Sesampainya di food court, kami mencari tempat duduk yang kami inginkan, ada pelayan yang menghampiri kami sekaligus menawarkan menu, dan kami pun melihat-lihat isi menu tersebut. Sampai sini, belum ada masalah.

Makanan sudah dipesan, masih belum ada masalah, lalu, karena enggak mungkin mesen makan tapi gak minum, jadinya kami melihat-lihat menu minumannya, dan disinilah letak masalahnya bermula.

Di menu minumannya enggak ada list harganya dan kita bingung dan gak bisa mengira-ngira berapa uang yang harus kami bayarkan. Well, karena kami juga sudah haus, so, we buy some drink from them.

Selesai makan, kami pun segera membayar pesanan kami, dan ketika melihat bill tagihannya, oh well, harga minumannya lebih mahal dibanding makanan yang kita beli. :(

Harusnya si penjual juga menyertakan list harganya di menu, gimana kalau customernya lagi enggak bawa uang lebih, kan ribet ya. Enggak lagi-lagi deh beli di tempat yang enggak mau jujur nyertain list harganya di menu.

Cerita kedua, saya pikir, semua orang pasti pernah mengalaminya ketika berbelanja di minimarket dimana barang yang ingin kamu beli label harganya enggak ada, sekalipun harganya ada, itu bukan harga barang yang kamu beli, pas di rak barang harganya miring, pas sampe kasir mahal.

Kalau menemui minimarket semacam itu, saya lebih memilih untuk tidak membeli barang yang enggak ada label harganya sama sekali, pilihan lainnya, saya pergi mencari minimarket lainnya yang mau jujur menyertakan label harganya, as simple as that.

Sebagai pembeli, saya ingin penjual menyertakan label harganya di rak makanan atau pun di list menu mereka. Dengan begitu, saya bisa tahu kalau mereka jujur dan transparan pada pembeli, kalau saya menemui tipe penjual atau tempat seperti ini, saya tidak keberatan menjadi returning visitor (pelanggan setia) yang selalu kembali ke tempat yang sama untuk membeli barang-barang kebutuhan harian atau bulanan saya.

Kalau penjualnya curang dengan tidak menyertakan label harganya, I have to say sorry, this is my last time that I ever visited your place.

1 komentar:

avatar

Wah iya banget gung, aku loh pernah beli duku, penjualnya juteeeek banget, masa aku molih dukunya ga boleh, katanya jangan dipilih pilih ntar takut item n nyebar ke duku laen akhirnya dipilihin yang kucrit2, yawla sedih amat
Akhirnya aku bersumpah ga mau beli di situ lagi, ya penjualnya aneh menurutku

Click to comment