Siapa Bilang Kita Enggak Bisa Jadi Mahasiswa Berprestasi Kalau Kuliah Di Kampus Swasta

Siapa Bilang Kita Enggak Bisa Jadi Mahasiswa Berprestasi Kalau Kuliah Di Kampus Swasta

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog PCR - Referensi Gambar: Politeknik Caltex Riau Sebagai Politeknik Swasta Terbaik dan dokumentasi pribadi.  

Siapa bilang kita nggak bisa jadi mahasiswa berprestasi kalau kuliah di kampus swasta. Nyatanya, kamu yang kuliah di kampus swasta sekalipun punya kesempatan yang sama dengan mereka yang kuliah di kampus negeri untuk menggapai prestasi.

Prestasi yang saya maksudkan disini tentu tergantung dengan pencapaian yang kamu ingini dan didukung dengan passion yang sesuai dengan standar yang harus kamu miliki supaya kamu bisa mendekap prestasi itu dalam genggamanmu.

Buat kamu yang hobi menulis, ikutlah lomba menulis. Buat kamu yang passion dalam hal menyanyi, ikutlah lomba menyanyi. Buat kamu yang passion di bidang bahasa, ikutlah perlombaan bahasa baik itu puisi, pidato, bercerita, atau bahkan debat ilmiah. 

Melalui tulisan ini, penulis ingin berbagi pengalaman menarik seputar proses menggapai prestasi selama penulis kuliah di kampus swasta. Saya harap, cerita yang akan kamu baca ini bisa jadi bahan bakar penyemangatmu untuk turut aktif berkontribusi positif dalam meraih prestasi yang bermanfaat untuk pengembangan dirimu.

Mengingat saya adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, oleh karenanya, saya punya pilihan untuk mengembangkan bakat saya di berbagai bidang kebahasaan yang sudah ada seperti bercerita, pidato, atau bahkan debat dalam bahasa Inggris.

Jujur saja, saya bukan orang yang paling pintar di jurusan saya, tapi saya tekun untuk terus mencoba dan mempersiapkan segala hal yang harus dilakukan untuk menggapai prestasi yang saya ingini.


Salah satu prestasi yang saya ingini adalah memenangkan perlombaan storytelling alias bercerita dalam bahasa Inggris. Obsesi ingin meningkatkan kualitas dirilah yang mendorong saya untuk mengejar prestasi ini.

Mengingat saya pernah kalah sewaktu saya mengikuti lomba serupa di SMA. Saya ingin meneruskan proses yang saya lalui dulu yang kala itu gagal dan merubahnya menjadi sebuah kemenangan sebagai pembuktian diri kalau ketekunan akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Ya, bukankah menyenangkan kalau kita bisa menyelesaikan sesuatu yang dulu pernah kita mulai, bukan?

Sama halnya dengan saya sendiri, dahulu saya membangun sebuah titik yang mengenalkan saya dengan storytelling, menenggelamkan diri didalamnya, menikmati proses jatuh bangunnya, dan berharap bisa merasakan kemenangan dari hasil yang telah diupayakan.


Syukurnya, keinginan itu tercapai, saya memenangkan juara 1 dalam lomba storytelling di jurusan saya. Kamu tahu, rasanya sesuai dengan apa yang sudah saya upayakan, senang dan puas. Untuk mencapai prestasi ini, saya harus membuat naskah ceritanya sendiri, latihan cara penyampaian cerita sesuai karakter, properti pendukung cerita, dan kesiapan mental diperlukan untuk memperoleh pencapaian ini.

Satu hal yang sangat menguntungkan kalau kamu kuliah di kampus swasta sewaktu mengejar prestasi adalah kompetisinya tidak seketat kampus negeri.

Kesempatan emas berupa kompetisi yang tidak banyak pesaing saat kuliah di kampus swasta membuat saya memperoleh banyak kesempatan menjadi perwakilan kampus dalam berbagai lomba baik itu tingkat universitas, jabodetabek, kopertis III, atau bahkan tingkat nasional.

Entah, kalau saya kuliah di kampus negeri pasti tidak akan seperti ini jadinya, malah saya harus menghadapi skenario sebaliknya, yakni kompetisi yang ketat di kampus negeri bisa saja membuat saya hanya bisa mendapat kesempatan ikut perlombaan tingkat jurusan dan fakultas saja.

Karena saya kuliah di kampus swasta yang mahasiswanya lebih fokus menyelesaikan studi dan kuliah sambil kerja, maka saya diuntungkan untuk mendapatkan kesempatan yang tidak bisa saya dapatkan kalau kuliah di kampus negeri, iya, kesempatan membangun kualitas diri melalui jalur prestasi.


Selain lomba storytelling, ada satu lomba lagi yang mengantarkan prestasi saya dari tingkat jurusan hingga nasional yakni lomba debat bahasa Inggris. Menjelang tahun 2010 hingga 2017, English debate competition menjadi ajang yang menarik perhatian para mahasiswa, alumni, hingga Ristekdikti. Setiap tahunnya, Ristekdikti mengadakan ajang lomba debat Bahasa Inggris yang mereka namai National University Debating Championship (NUDC).

Salah satu syarat untuk mengikuti NUDC adalah kamu harus mengikuti serangkaian seleksi berikut ini:

1. Seleksi tingkat jurusan / program studi


Ini adalah seleksi tahap awal dimana kamu akan berkompetisi dengan teman-teman mahasiswa sejurusanmu. Beruntungnya, saya tidak menghadapi banyak kesulitan pada tahap ini sehingga saya lolos ke tahap selanjutnya, yakni seleksi tingkat universitas.

2. Seleksi tingkat universitas


Semua jurusan dari tiap fakultas akan berkompetisi untuk memperebutkan 3 slot kosong sebagai perwakilan kampus. 2 slot itu akan diisi oleh debater, sedangkan satu lagi diisi oleh adjudicator.

Di kampus saya nama seleksinya UHAMKA English Debating Championship (UEDC). Lomba ini diadakan tiap tahun menjelang mendekati waktu diadakannya lomba NUDC tingkat kopertis wilayah III. Pada tahap ini saya lolos dan berhak maju ke tahapan selanjutnya, tingkat kopertis III.

3. NUDC tingkat Kopertis


Pada tahap ini, kamu sudah menjadi perwakilan kampusmu, nah, kalau kamu sudah masuk pada tahap ini, maka kamu akan berkompetisi dengan berbagai kampus baik itu negeri, swasta, politeknik, maupun sekolah tinggi.

Kalau kamu lolos, kamu akan maju ke tingkat nasional sebagai perwakilan kopertis wilayah masing-masing. Saya dua kali mengikuti NUDC tingkat kopertis, di tahun 2015 saya mendapatkan posisi quarter finalist dan tahun 2016 breaking lanjut ke tingkat nasional.

4. NUDC tingkat nasional


Pada tahap ini kamu akan berkompetisi dengan semua kampus yang ada di seluruh Indonesia. Akan dipilih 4 tim terbaik sebagai main winner untuk mewakili Indonesia di tingkat dunia. Penghargaan lainnya juga diberikan pada kelas pemula (novice), dan ada juga untuk pembicara terbaik (best speaker).

Melalui tulisan ini saya ingin berpesan untuk teman-teman yang kuliah di kampus swasta khususnya adik-adik mahasiswa baru, kamu juga bisa dan berhak untuk meraih prestasi kok.

Saya sudah membuktikannya, kini giliranmu untuk ikut membuktikan pada dirimu sendiri kalau kamu bisa meraih dan menggenggam prestasi yang kamu ingini.

Kuatkan tekad, kurangi mengeluh dengan usaha maksimal, serahkan impianmu pada usaha maksimal dan doa, cepat atau lambat, asalkan tekun, prestasi itu akan menghampiri dan menjadi milikmu.

Oh iya, kalau kamu ingin daftar kuliah di kampus swasta khususnya politeknik. Kamu enggak usah bingung ya, kamu bisa daftar di salah satu politeknik terbaik di Indonesia yakni Politeknik Caltex Riau (PCR).


Di tahun 2016 kemarin, salah seorang delegasi dari Politeknik Caltex Riau (PCR), Ganda Purnamasari, mahasiswi teknik elektronika, juga mengikuti lomba debat Bahasa Inggris yang sama dengan saya di NUDC 2016 tingkat nasional yang diadakan di Universitas Mercu Buana Jakarta.

See? Kalau kamu kuliah di Politeknik Caltex Riau, kamu juga bisa ikut berprestasi dalam ajang debat Bahasa Inggris yang diadakan oleh Kemenristekdikti tiap tahunnya, yaitu National University Debating Championship (NUDC).

Selamat kuliah di kampus swasta dan selamat berprestasi - #KuliahdiKampusSwasta

Click to comment