Apa Arti As Dalam Mosi Debat Bahasa Inggris?
Dalam perlombaan debat bahasa Inggris, kamu mungkin akan menemukan mosi yang mengandung frasa “As”, seperti As a parent, this house would monitor their children’s online activity..
Bagi debater pemula, kata “as” sering dianggap tidak penting. Padahal, frasa ini sangat menentukan framing argumen karena menjelaskan kapasitas, peran, atau perspektif aktor tertentu yang harus digunakan dalam debat.
Lalu, bagaimana mengaplikasikan hasil case building untuk aktor dalam mosi yang dimulai dengan frasa “As”? Yuk kita kupas satu per satu secara terstruktur.
Pengertian Frasa “As” Dalam Mosi Debat, Karakteristik, Bentuk Argumen, & Goal-nya
Di konten ini, kamu akan memahami fungsi kata “As” dalam mosi debat, karakteristiknya, serta bagaimana tim pro dan kontra harus menyusun argumen sesuai kapasitas aktor yang disebutkan.
1. Pengertian “As” Dalam Mosi Debat
Dalam konteks mosi debat, “As” biasanya berarti:
- Sebagai (in the capacity of a specific actor)
- Dalam posisi atau jabatan tertentu
- Dengan perspektif dan kepentingan aktor tersebut
Kata ini berfungsi untuk membatasi sudut pandang debat. Tim harus berargumen seolah-olah mereka adalah aktor yang disebutkan setelah kata “As”.
Contohnya:
As a parent, this house would monitor their children’s online activity
Artinya, tim harus berdebat dari perspektif orang tua. Pertimbangannya adalah kepentingan, tanggung jawab, dan kekhawatiran orang tua — bukan negara, sekolah, atau masyarakat umum.
2. Karakteristik Mosi dengan Frasa “As”
Agar tidak salah framing, berikut ciri khas mosi "As" yang perlu kamu pahami:
2.1. Membatasi Framing Argumen
Kata “As” mempersempit ruang debat pada kapasitas aktor tertentu yang disebutkan dalam mosi.
2.2. Menentukan Perspektif Analisis
Tim wajib menggunakan sudut pandang aktor tersebut, termasuk kepentingan, kewenangan, dan keterbatasannya.
2.3. Tidak Boleh Keluar Peran
Jika mosi berbunyi As a parent, maka argumentasi tidak boleh tiba-tiba menggunakan perspektif pemerintah atau sekolah.
2.4. Fokus pada Decision-Making Aktor
Biasanya mosi berbentuk This House Would, sehingga menekankan keputusan yang diambil oleh aktor dalam kapasitas tersebut.
3. Contoh Mosi dengan Frasa “As”
Contoh mosi:
As a university, this house would prioritize academic freedom over institutional reputation.
Mosi ini mengandaikan bahwa aktor diposisikan sebagai universitas. Maka debat harus fokus pada apakah dalam kapasitas sebagai institusi pendidikan tinggi, kebebasan akademik memang harus lebih diutamakan dibandingkan reputasi institusi.
4. Goal Tim Pro & Kontra
Kedua tim, baik itu pro dan kontra punya goal yang ingin mereka buat, presentasikan, dan yakinkan kepada juri, khusus untuk frasa mosi "As", ini tujuan dari tim pro dan kontra yang relevan:
|
🎯 Goal Tim Pro Tim pro harus membuktikan bahwa:
Fokusnya adalah membuktikan bahwa sebagai universitas, prioritas utama memang harus pada kebebasan akademik. |
🎯 Goal Tim Kontra Tim kontra harus membuktikan bahwa:
Tim kontra cukup menunjukkan bahwa dalam kapasitas sebagai universitas, reputasi tidak bisa dikorbankan secara absolut. |
5. Fokus Argumen Tim Pro & Kontra
Mosi: As a university, this house would prioritize academic freedom over institutional reputation.
Argumen Tim Pro
- Universitas adalah ruang pencarian kebenaran dan kebebasan berpikir.
- Tanpa kebebasan akademik, kualitas riset dan pendidikan akan menurun.
- Reputasi yang dibangun dengan membatasi kebebasan bersifat semu.
- Kebebasan akademik mendorong inovasi dan kemajuan intelektual.
Intinya: sebagai universitas, identitas utama adalah kebebasan akademik, bukan citra publik.
Argumen Tim Kontra
- Reputasi menentukan kepercayaan publik dan keberlanjutan institusi.
- Donatur, mitra, dan mahasiswa mempertimbangkan reputasi.
- Kebebasan akademik tanpa batas dapat merusak citra institusi.
- Universitas juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Intinya: sebagai universitas, menjaga reputasi adalah bagian dari tanggung jawab institusional yang tidak bisa diabaikan.
Penutup
Frasa “As” dalam mosi debat berfungsi untuk membatasi dan menentukan perspektif aktor yang harus digunakan dalam argumentasi.
Tim pro harus membuktikan bahwa tindakan tersebut tepat dalam kapasitas yang disebutkan. Tim kontra harus menunjukkan bahwa framing tersebut tidak cukup kuat untuk membenarkan tindakan.
Dengan memahami fungsi kata “As”, debater tidak akan keluar peran dan dapat membangun argumen yang lebih tajam, relevan, dan konsisten dengan mosi.

Posting Komentar