Cara Jadi Pembicara 3 Tim Pro Asian Parliamentary
Dalam format Asian Parliamentary Debate, setiap posisi pembicara memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Pembicara 3 tim pro sering kali dianggap sebagai posisi krusial karena tampil di fase akhir debat, ketika sebagian besar argumen sudah saling berhadapan dan ruang persuasi semakin sempit.
Melalui artikel ini, Daily Blogger Pro akan membahas panduan praktis untuk membantu kamu memahami cara menjadi Pembicara 3 tim pro dalam debat Asian Parliamentary.
Posisi Pembicara 3 Tim Pro dalam Urutan Presentasi Debat
Dalam format Asian Parliamentary, Pembicara 3 Tim Pro (Government whip) merupakan pembicara yang maju kelima dalam debat.
Durasi Waktu Presentasi Pembicara 3 Pro
Kalau kamu mendapatkan peran pembicara 3 pro, durasi waktu presentasi yang kamu miliki adalah 7 menit 20 detik untuk format debat Asian Parliamentary.
Tugas Pembicara 3 Tim Pro
Apa tugas pembicara 3 tim pro? Setidaknya ada dua tugas utama & satu tugas pendukung yang harus kamu penuhi jika menjadi government whip / pembicara 3 pro, yaitu;
- 1. Menyanggah Argumen untuk Tim Lawan (Penting)
- 2. Menyimpulkan & Menguatkan Kasus Tim Pro (Penting)
- 3. Melakukan konfrontasi melalui interupsi / POI saat lawan presentasi (Opsional)
Tugas 1: Menangani Rebuttal Lawan yang Masih Relevan
Pembicara 3 memastikan semua rebuttal yang telah disampaikan sebelumnya tertangani dengan baik, terutama yang keluar terakhir dari tim lawan.
Sebagai pembicara 3 pro, kamu bisa menyanggah argumen yang dibuat oleh pembicara 1 dan 2 tim kontra. Untuk memahami Rebuttal secara lebih komprehensif, Daily Blogger Pro telah membahasnya secara khusus dalam panduan berikut: "Cara Membuat Sanggahan di Lomba Debat"
Tugas 2: Menyimpulkan & Menguatkan Kasus Tim Pro
Sebagai pembicara terakhir dari tim pro, tugas utama kamu adalah merangkum keseluruhan argumen yang telah disampaikan oleh Pembicara 1 dan Pembicara 2 tim pro, lalu membuktikan bahwa semua poin tersebut secara konsisten mendukung tim pro dengan memenuhi 3 poin berikut ini:
- 2.1. Mengulang kembali hal-hal yang sudah dipresentasikan.
- 2.2. Menonjolkan poin-poin yang paling kuat dan strategis.
- 2.3. Menghubungkan semua argumen ke tujuan mosi debat.
Sebagai pembicara 3, kamu tidak boleh memperkenalkan argumen baru kepada juri, fokuslah untuk mengelompokkan dan memperkuat argumen yang sudah ada, dan menunjukkan bahwa tim pro layak menang berdasarkan pola argumen yang tersusun dengan rapi, saling terhubung, dan masuk akal dari awal sampai akhir (koheren).
Sebagai simulasi pembicara 3, kita pakai konten mosi debat yang sudah diterbitkan di web DBP dengan topik; "Penolakan Anak atas Pemaksaan Karir PNS oleh Orang Tua". Untuk redaksi spesifik mosinya, berikut judulnya:
This House believes that parents should not force their children to become civil servants under the justification of their happiness, especially when such pressure is repeated and restricts the child’s freedom to determine their own path in life.
Anggap pembicara 1 dan 2 pro sudah membuat argumen, kemudian pembicara 3 pro memenuhi perannya untuk membuat kesimpulan dan penguatan argumen kedua rekan tim debatnya:
| Summary of Pro Team Arguments |
|---|
|
First Speaker Pro – Core Argument Assertion: Parental pressure in career choices restricts children's freedom and self-actualization. Reasoning: The pressure to become a civil servant deprives children of the opportunity to explore their own interests and potential, which can lead to long-term stress and regret. |
|
Second Speaker Pro – Core Argument Assertion: The argument of “for the child’s happiness” is often a projection of parental ambition, not the child’s interest. Reasoning: Many parents equate economic stability with happiness, whereas children’s happiness also depends on meaning, interest, and personal fulfillment in their work. |
|
Third Speaker Pro – Summary and Support [Support to First Speaker Pro] The first speaker explained that forcing children to follow parental career expectations restricts their freedom to explore their own interests. This pressure often leads to stress, guilt, and regret because children are unable to pursue careers that reflect who they truly are. [Support to Second Speaker Pro] The second speaker showed that the claim of “doing it for the child’s happiness” is often misleading. Parents may prioritize economic stability while overlooking the importance of meaning, personal interest, and fulfillment in a child’s career choice. |
Tabel di atas menunjukkan bagaimana pembicara 3 tim pro berperan dalam mendukung dan menegaskan kembali argumen utama tim.
Alih-alih memperkenalkan argumen baru, pembicara 3 fokus memperkuat poin terpenting dari pembicara 1 dan 2, yaitu tentang pembatasan kebebasan anak dalam memilih karier serta kesalahan narasi “demi kebahagiaan anak”.
Dengan cara ini, posisi tim pro menjadi lebih jelas dan konsisten hingga akhir debat.
Walaupun kamu tidak diperkenankan menyampaikan argumen baru, bukan berarti pada tahap case building peranmu menjadi santai atau tanpa tanggung jawab.
Kamu tetap perlu memahami cara menyusun argumen dengan baik, sehingga dapat berkontribusi membantu tim dalam merumuskan dan memperkuat argumen yang akan dibawakan oleh rekan satu tim.
Biar kamu bisa menyusun argumen untuk pembicara 1 dan 2 di tim debatmu, kamu bisa mempelajarinya secara mendalam lewat konten Daily Blogger Pro berikut ini: Cara Membuat Argumen AREL untuk Lomba Debat.
Tugas 3: Mengajukan Interupsi (POI) kepada Lawan
Selain rebuttal, kamu juga bisa mengajukan interupsi / POI kepada pembicara dari tim lawan saat mereka sedang presentasi. Untuk memahami interupsi secara lebih komprehensif, Daily Blogger Pro telah membahasnya secara khusus dalam panduan berikut: "Cara efektif menginterupsi argumen lawan."
Untuk POI sifatnya opsional atau tidak wajib ya, tapi tak ada salahnya menggunakan interupsi untuk meruntuhkan lawan saat mereka presentasi, karena lomba debat adalah ajang duel dan validasi argumen.
Penutup
Sebagai pembicara 3 tim pro, fokus utama kamu bukanlah menambah argumen baru, melainkan memastikan argumen tim tetap kuat, jelas, dan konsisten hingga akhir debat.
Dengan memahami peran ini sejak awal, kamu dapat membantu menjaga arah debat, mempertegas posisi tim, serta mendukung rekan satu tim secara strategis.
Penguasaan peran pembicara 3 akan membuat kontribusimu terasa signifikan, meskipun kamu tidak menjadi pembicara pertama yang membangun kasus.
Konten ini merupakan bagian dari kelas debat berbasis artikel oleh Daily Blogger Pro, yang dirancang berdasarkan pengalaman, observasi, praktik lomba, dan pembinaan debat akademik di Indonesia.

Posting Komentar