Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik?

Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik?
Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik?
Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik? - Google.com

Kamu pastinya pernah dong mendapatkan arahan entah itu dari guru agamamu, orangtuamu, paman, bibi, dan orang-orang di sekitarmu untuk selalu berbuat baik.

Sedari kecil, kamu diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, merokok di kendaraan umum, memberikan tempat duduk pada manula di Transjakarta, datang tepat waktu, memberi uang kepada pengemis atau pengamen.

Mengajarkan hal baik tentu bagus untuk anak. Persoalan yang akan saya bahas disini adalah konstruksi sosial kita saat ini. "Orang-orang lebih mudah menghafalkan perbuatan baik daripada membiasakannya."

Tanya saja orang yang membuang sampah sembarangan, dia pasti tahu bahwa seharusnya sampah itu dibuang di tempat sampah. Namun, kalau dia tahu mana yang baik, kenapa dia berbuat demikian? Karena dia tidak terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Kamu bisa saja menegurnya, namun saya pikir, itu tak akan merubahnya, yang akan kamu peroleh justru hanya alasan darinya.

"Nggak ada tempat sampah disini, yaudah, buangnya dimana aja, suka-suka, siapa suruh nggak ada fasilitas tempat sampah disini."

Tidak ada tempat sampah bukan berarti kamu bisa membuang sampah sembarangan kan? Justru ketiadaan tempat sampah harusnya bisa membuatmu lebih sadar. Saya sendiri kalau tidak melihat satu pun tempat sampah, maka saya simpan dulu sampah bungkus snack itu ke saku baju atau nggak disimpan dulu tas. Kalau sudah menemukan tempat sampah, barulah saya buang sampah yang saya simpan tadi  ke tempat sampah.

Membuang sampah pada tempatnya adalah satu perbuatan baik dari sekian tindakan baik lainnya. Artikel ini akan jadi sangat panjang bila membahas semuanya satu persatu, maka dari itu, saya mengambil satu sampel saja. So, kesimpulannya adalah orang-orang kita tahu dan hafal mana yang baik dan tidak baik, sayangnya mereka hanya berhenti sebatas pada hafalan semata, tidak sampai pada mempraktekkannya. That's it. :)

So, untuk melampaui konstruksi sosial itu, kita harus membiasakan bukan menghafalkan berbuat baik