Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik?

Konten yang kamu baca gratis! Tapi kamu boleh kok, kasih tip donasi minimal 10k sebagai bentuk apresiasi untuk kreator via Lynk.ID / Whatsapp
10k 20k 25k 10k 20k 25k

Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik?
Kenapa Harus Membiasakan Berbuat Baik? - Google.com

Kamu pastinya pernah dong mendapatkan arahan entah itu dari guru agamamu, orangtuamu, paman, bibi, dan orang-orang di sekitarmu untuk selalu berbuat baik.

Sedari kecil, kamu diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, merokok di kendaraan umum, memberikan tempat duduk pada manula di Transjakarta, datang tepat waktu, memberi uang kepada pengemis atau pengamen.

Mengajarkan hal baik tentu bagus untuk anak. Persoalan yang akan saya bahas disini adalah konstruksi sosial kita saat ini. "Orang-orang lebih mudah menghafalkan perbuatan baik daripada membiasakannya."

Tanya saja orang yang membuang sampah sembarangan, dia pasti tahu bahwa seharusnya sampah itu dibuang di tempat sampah. Namun, kalau dia tahu mana yang baik, kenapa dia berbuat demikian? Karena dia tidak terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Kamu bisa saja menegurnya, namun saya pikir, itu tak akan merubahnya, yang akan kamu peroleh justru hanya alasan darinya.

"Nggak ada tempat sampah disini, yaudah, buangnya dimana aja, suka-suka, siapa suruh nggak ada fasilitas tempat sampah disini."

Tidak ada tempat sampah bukan berarti kamu bisa membuang sampah sembarangan kan? Justru ketiadaan tempat sampah harusnya bisa membuatmu lebih sadar. Saya sendiri kalau tidak melihat satu pun tempat sampah, maka saya simpan dulu sampah bungkus snack itu ke saku baju atau nggak disimpan dulu tas. Kalau sudah menemukan tempat sampah, barulah saya buang sampah yang saya simpan tadi  ke tempat sampah.

Membuang sampah pada tempatnya adalah satu perbuatan baik dari sekian tindakan baik lainnya. Artikel ini akan jadi sangat panjang bila membahas semuanya satu persatu, maka dari itu, saya mengambil satu sampel saja. So, kesimpulannya adalah orang-orang kita tahu dan hafal mana yang baik dan tidak baik, sayangnya mereka hanya berhenti sebatas pada hafalan semata, tidak sampai pada mempraktekkannya. That's it. :)

So, untuk melampaui konstruksi sosial itu, kita harus membiasakan bukan menghafalkan berbuat baik

Suka dengan konten ini? Yuk kasih rating & kirim tip donasi minimal 50k untuk kreator via Lynk ID / Whatsapp ;


50k 100k 150k 50k 100k 150k

Disclaimer untuk pembaca;

Hak Cipta Konten & Aturan Berkomentar

Semua lisensi hak cipta kepemilikan konten yang ada di website ini adalah milik Daily Blogger Pro. Dilarang keras menjiplak (Copy-Paste), Mencuri Konten, atau Diterbitkan Ulang di Website, blog, karya ilmiah (jurnal, skripsi, buku komersil). Aturan berkomentar mudah, cukup komentar sesuai topik artikel, semua komentar akan dimoderasi, komentar yang relevan & tidak SPAM akan diterbitkan.