What is Verb; Mengenal Kata Kerja Dalam Bahasa Inggris

Pernah Denger Kata "Verb" Sewaktu Guru Bahasa Inggris Ngejelasin Materi Di Kelas? Baca Tulisan Ini Kamu Pasti Bisa Paham Apa Yang Dimaksud Verb Dalam Bahasa Inggris!
Pernah Denger Kata "Verb" Sewaktu Guru Bahasa Inggris Ngejelasin Materi Di Kelas? Baca Tulisan Ini Kamu Pasti Bisa Paham Apa Yang Dimaksud Verb Dalam Bahasa Inggris! 
Photo credit: CaptPiper via Visual Hunt / CC BY-NC

Sewaktu masih SMA, nostalgia nih ceritanya, saya dan teman-teman sekelas punya guru bahasa Inggris favorit, namanya Pak Rohmat. Jujur, kami semua lemah sekali dengan yang namanya grammar, tapi semenjak beliau mengajar bahasa Inggris di kelas, pandangan kami berubah jadi suka dan enjoy belajar bahasa Inggris, ketimbang ketemu kakak kelas atau anak bandel yang suka meras uang di sekolah, kita lebih ngeri dengan buku grammar dan sederet pasukannya, haha. :)

Beliau guru bahasa Inggris yang menyenangkan, beliau selalu punya cara tersendiri untuk membuat kami bersemangat belajar bahasa Inggris. Terimakasih ya pak sudah bersedia mengajar bahasa Inggris di kelas kami. :)

Oke, karena pelajaran bahasa Inggris di SMA itu lebih seringnya membahas macam-macam teks dan jarang sekali memabahas skill yang spesifik, jadi ceritanya saya remix sedikit supaya sesuai dengan artikelnya ya, itu artinya cerita yang saya karang ini memang tidak pernah terjadi di kelas ketika saya masih SMA. Namun, cerita tentang guru saya yang berkualitas dan menyenangkan dalam mengajar bahasa Inggris itu benar, trust me. :)

Oke, ceritanya saya isi dengan karakter dengan nama-nama asli anak-anak kelas X4. Siapa aja bocah-bocah seru dan petakilan itu? Oke, ada Zandy, Satrio, Otong, Riyanto, Haslan, Agung, Cecep, Jumroni, dan Febri. Karakter gurunya, karena saya dan teman-teman sangat mengagumi guru bahasa Inggris kami sewaktu SMA, maka dari itu, saya mengajak pak Rohmat gabung dalam cerpen ini, semoga setelah baca tulisan ini kamu bisa paham apa yang dimaksud dengan verb dalam bahasa Inggris. Tunggu apalagi, langsung scroll ke halaman bawah dan baca cerpennya guys, check it out.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Curhat Gokil Sambil Belajar Bahasa Inggris - Weird Sharing and learn English simultanously


Seperti pada umumnya kelas-kelas bocah SMA, kelas gue pun nggak lepas dari penyakit yang namanya syndrom kelas ribut selama guru belum dateng, lo pasti pernah kan?

Seperti biasa, si Otong merasa berkeharusan buat ngejemput guru mata pelajaran selanjutnya karena dia ketua geng, eh salah, ketua kelas. Sebenernya tanpa harus disamperin ke ruang guru, semua guru pasti pada akhirnya masuk ke kelas juga sih, karena si Otong ini orangnya bertanggung jawab banget soal proses belajar pembelajaran di kelas makanya dia sampe berbuat lebih, yang pasti, dia ngelakuin itu buat temen-temen sekelasnya dong, biar pada pinter, apalagi mata pelajaran bahasa Inggris, wajib banget bisa soalnya sekarang udah zamannya masyarakat ekonomi asean dimana orang-orang negara tetangga Indonesia, cari sendiri ya siapa aja, mereka bakalan berdatangan buat nyari lapangan pekerjaan di Indonesia.

Oke,balik lagi ke cerita ya. Si Zandy, Febri, sama Jumroni nengok-nengok jendela, berharap otong gagal menjalankan misi menjemput guru bahasa Inggris, soalnya anak-anak udah pada tahu kalo gurunya nggak asyik banget dan tugasnya bejibun. Mereka trauma dikasih tugas sama bu Leni disuruh nentuin mana yang termasuk noun dalam kalimat. Kalimat kan gampang bro, kok gitu aja nyerah sih? Iya sih, kalimat itu pendek, tapi kalo kalimatnya itu jumlahnya se-novel gimana coba? Gue tau lo pasti bakalan bolos terus kalo gurunya seperti ini.

Senyum merekah dari bibir ketiga bocak petakilan ini pun keliatan, semakin dekat si otong jalan ke kelas, senyuman mereka semakin lebar udah kaya joker di film batman, si Otong balik ke kelas sendiri tanpa guru. Mereka bertiga pun rusuh ngobrolin soal guru bahasa Inggris yang kemungkinan nggak masuk.

Zandy: "Jum, Feb, tuh liat si Otong kayanya gagal ngejalanin misi, liat aja itu bocah jalan sendiri, iya, sendirian."

Febri: "Berarti si Otong Jomblo dong."

Zandy:  "Dasar, bego lu feb, maksud gue, dia sendiri nggak bawa guru ke kelas."

Jumroni: "Berarti free class dong sekarang, yeay!" Sahut Jumroni sambil ngomong bahasa Inggris dengan logat sundanya.

Zandy: "Nah, itu yang gue maksud jum, pinter lu, nggak kaya Febri, menang tinggi doang tapi mikirnya lama."

Febri: "Rese lu zan!" Jawab Febri dengan nada betenya.

Otong pun masuk kelas dengan wajah lesu, pertanda misi gagal dan temen-temennya pun hidup bahagia, selamanya, eh salah, satu jam pelajaran doang deh, soalnya nggak lama dari si Otong ngerjain LKS bahasa Inggris, kepala sekolah dateng ke kelas. Oh well, kayanya bakalan ada hal penting yang bakalan dia sampein  ke kelas kita.

Kepala sekolah: "Anak-anak, mulai hari ini Bu Leny tidak mengajar bahasa Inggris lagi di sekolah kita ..... " Belum sempat melanjutkan pidatonya, anak-anak kelas X 4 udah ueforia menyambut kabar kemenangan itu, sampe-sampe tiga bocah yang kebetulan molor di kelas langsung bangun dan siaga 45, siapa mereka? Mereka adalah satrio, riyanto, dan cecep. Kenapa sih mereka sampe ketiduran di kelas pas pelajaran bahasa Inggris? Yuk disimak alasan brilian trio English Sleeper ini:

Satrio, alasan tidur di pelajaran bahasa Inggris, semalem abis ngapel di rumah pacarnya, selesai ngapel, internetan nonton youtube, jadi baru bisa tidur pas pelajaran bahasa Inggris.- Lovers

Riyanto, alasan tidur di pelajaran bahasa Inggris, main game CoC di smartphone barunya sampe level puluhan dan menang banyak item, begitu buka BBM, dia liat jam, udah pukul setengah 7 pagi. - Gamers    

Cecep, alasan tidur di pelajaran bahasa Inggris, dapet orderan ceramah di 5 kampung dalam semalem. Selesai ceramah pas adzan sholat subuh, karena dia tahu lebih baik terjaga usai menunaikan sholat subuh, makanya matanya udah kaya panda, ada kantung matanya. - Ustad Cilik

Dengan suara lantang kaya orang bilang selamat pagi, satrio, riyanto, dan cecep ngasih tanggepan pidato kepala sekolah serentak berbarengan, gini bunyinya:

Trio Sleeper: "Beneran pak, bu Leni udah nggak ngajar lagi di sekolah kita?" Kompak banget serasa udah janjian pas lagi di mimpi.

Kepala sekolah: "Kalian ini, kalau ada orang yang lagi ngomong ya didengerin dulu sampe selesai, baru ngasih tanggapan, understand?" Jawab pak kepala sekolah dengan memberikan penekanan ke kita dengan bahasa Inggris di ujung kalimatnya.

Murid X4: "Yes, we understand sir!" Sahut anak-anak sekelas.

Kepala Sekolah: "Bapak lanjutkan, bu Leni dipindahkan ke sekolah lain, sebagai gantinya, kalian akan diajar oleh guru baru, nama beliau pak Rohmat. Bapak berharap kalian bisa nyaman belajar dengan beliau ya. Pak Rohmat sudah ada di depan kelas, sekian pemberitahuannya, silahkan belajar kembali."

Suasana kelas hening, guru baru yang dibicarakan kepala sekolah berjalan perlahan masuk ke kelas. Guru itu sudah duduk, ia memandangi seisi kelas dan memulai memperkenalkan diri sebelum memulai pelajaran pelajaran bahasa Inggris.

Pak Rohmat: "Good morning students." Sapa pak Rohmat kepada seluruh penghuni kelas X 4.

Murid X4: "Good morning, sir."

Pak Rohmat: "Introduce myself, my name is Rohmat. You can call me Mr.Rohmat or Pak Rohmat. I am your new English teacher."

Murid X4: (Anak-anak di kelas gaduh begitu mendengar namanya, mereka ribut apakah guru baru ini baik atau tidak).

Pak Rohmat: "Bapak absen dulu  ya sebelum mulai belajar. Riyanto"

Riyanto: Hadir pak.

Pak Rohmat: "Haslan, agung, zandy, satrio, cecep, otong" dan semua nama-nama murid kelas X4 disebut satu persatu.

Otong: "Pak, sekarang kita belajar apa?"

Pak Rohmat: "Sebelum mulai belajar, bapak ingin tahu siapa guru bahasa Inggris sebelumnya, bagaimana cara beliau mengajar, dan sudah sampai mana materinya. Siapa yang bersedia menjelaskannya pada bapak?"

Begitu disuruh menceritakan soal bu Leny, si Zandy dengan semangat 45 langsung mengangkat tangan sambil berkata:

Zandy: "Saya pak, saya, saya, saya aja. Saya pengen ceritain semua tentang bu Leny."

Pak Rohmat: "Oh namanya bu Leny ya Zan."

Zandy: "Iya pak. Jadi begini, bu Leny itu ngajarnya nggak enak pak. Masa kita disuruh ngerjain tugas di LKS melulu, jarang praktek, padahal kan kalo belajar bahasa Inggris harus sering-sering praktek di kelas. Kalo udah ngasih pr, pasti banyak banget, kebangetan, kalo pun kita udah ngerjain tugasnya, tapi menurut dia nggak sesuai dengan maunya, kita bakalan dimarahin dan disuruh berdiri di depan kelas. Dia juga jarang ngejelasin materi, dia cuma nyuruh satu siswa buat nulis materinya di white board, dan kita tulis materinya, semenjak diajar sama bu Leny,, kami jadi nggak semangat belajar bahasa Inggris lagi pak."

Pak Rohmat: "Oh begitu ya."

Zandy: "Iya pak, umm, kita hari ini langsung belajar atau gimana pak?"

Pak Rohmat: "Iya, kita langsung belajar. Kemarin materinya apa?"

Zandy: "Kemarin kita belajar tentang noun, kata benda pak."

Pak Rohmat: "Oke, berarti hari ini kita belajar tentang verb, kata kerja. Bapak jelasin dulu ya verb itu apa."

Murid X4: "Iya pak."

Pak Rohmat pun menjelaskan materi mengenai verb, kira-kira begini penjelasannya:

"Verb dalam bahasa inggris masuk ke dalam kategori part of speech, lebih mudahnya, si verb ini merupakan dasar-dasar tata bahasa yang harus dikuasai oleh learner (pembelajar). Simpelnya, sebuah kalimat tidak bisa disebut sebagai kalimat kalau tidak terdapat kata kerja (verb) di dalamnya, kata kerja fungsinya menerangkan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau benda, seperti itu penjelasan mudah mengenai apa itu verb.

Sebagai contoh, berikut kalimat-kalimat yang memiliki verb:

- I write an article on blog every day ~ Saya menulis artikel di blog setiap hari.

- I read a book on my spare time ~ Saya membaca buku ketika ada waktu luang.

- I play football with my friend ~ Saya bermain sepak bola dengan teman-teman.

Kata-kata yang dicetak tebal di atas adalah kata kerja, itu yang kita sebut sebagai verb dalam bahasa Inggris. Bagaimana? Mudah bukan?"

Agung: "Mudah kok pak, saya udah paham."

Pak Rohmat: "Bagus, gimana dengan yang lainnya? Apakah sudah paham?"

Murid X4: "Sudah pak."

Pak Rohmat: "Kalau semuanya sudah mengerti, bapak ingin mengajak kalian memainkan games, namanya boarding games. Agung, maju ke depan kelas sekarang."

Agung: "Iya pak."

Pak Rohmat: "Sekarang, bapak minta dua orang lagi untuk ikut permainan ini, Zandy dan Febri. Kalian gabung ya, kalian berdua silahkan berdiri di sana."

Zandy: "Lah kok saya pak, yang lain aja pak."

Febri: "Iya pak, yang lain aja, kita berdua nggak ngerti pak."

Zandy: "Yee, lo kali yang nggak ngerti Feb, lo kan bego. Haha"

Febri: "Sialan lo Zan!"

Pak Rohmat: "Udah-udah jangan berantem, Zandy, Febri, ayo sekarang berdiri dulu, trus jalan ke sudut ruangan, di belakang sana ya."

Zandy: "Oke, udah pak. Terus kita berdua harus ngapain lagi pak?"

Pak Rohmat: "Agung, sekarang kamu boleh share ke temen-temen kelas kamu tentang aktifitas sehari-hari, kalo udah, bapak bakalan terjemahin ke bahasa Inggris. Terus Febri sama Zandy harus menyimak ketika bapak sedang menerjemahkan, begitu kalian berdua sudah menemukan kata yang kalian anggap sebagai verb, langsung lari ke depan kelas dan tulis kata yang kalian anggap sebagai verb, mengerti?"

Agung: "Jadi, ceritanya kita disuruh curhat di depan kelas nih pak?"

Pak Rohmat:: "Iya, nanti yang kalah harus curhat tentang kegiatannya sehari-hari, yang menang boleh duduk."

Zandy, Febri, Agung: "Oh gitu."

Pak Rohmat: "Oke, kita mulai aja gamesnya ya, Agung, silahkan dimulai."

Agung: "Oke, saya suka membaca artikel di internet setiap hari."

Pak Rohmat: "I like reading an article on the internet every day."

Zandy dan Febri langsung berlari dengan cepatnya ke depan kelas, meraih spidol marker, dan mennuliskan satu kata di white board.

Zandy: "Sudah pak, jawaban saya reading, benar kan pak?"

Febri: "Saya juga udah pak, jawaban saya like, bener nggak pak?"

Zandy: "Pasti jawaban gue yang bener, secara gitu gue kan lebih pinter daripada lo. Haha."

Febri: "Belum tentu Zan, siapa tahu jawaban gue yang bener."

Zandy: "Kita lihat saja siapa yang lebih bener."

Pak Rohmat: "Oke, bapak jelasin dulu ya, kata reading di dalam kalimat ini fungsinya bukan sebagai verb, kenapa? Bukan karena ada verb read dan imbuhan -ing lantas kata reading kita sebut sebagai verb, nggak bisa begitu. Reading dalam kalimat itu fungsinya itu sebagai present participle atau lebih seringnya disebut gerund, reading baru bisa dikatakan verb kalau disertai to be (is, am, are), sayangnya dalam kalimat ini tidak ada to be, jadi kerena reading bukan verb, maka jawaban yang benar adalah like, selamat Febri, jawaban kamu benar."

Febri: Yes! Jawaban gue bener, kali ini lo nggak bisa ngejek gue Zan. Haha. Mana, katanya lo lebih pinter daripada gue, masa jawab gitu aja salah sih, haha. :)

Zandy: "Berisik, diem lu feb!"

Pak Rohmat: "Oke, mudah kan gamesnya? Selain seru, kalian juga belajar tentang verb, oke, Zandy, karena jawaban kamu salah, kamu gantiin posisi agung. Gantian kamu yang share ke temen-temen.

Zandy: "Iya pak."

Febri: "Rasain, makanya jangan suka ngerendahin orang lain, kena kan akibatnya sekarang, Haha."

Zandy: "Iya, iya, maaf deh."

Pak Rohmat: "Febri, karena jawaban kamu  bener, kamu bisa tunjuk temen kamu yang akan gabung di games ini."

Febri: "Oke, siap pak. Saya pilih trio sleepers pak."

Pak Rohmat: "Apa? Trio Apa? Sleepers?"

Febri: "Iya pak, siapa lagi kalo bukan satrio, cecep, dan riyanto yang suka tidur di kelas."

Sontak, pak Rohmat dan teman-teman sekelas tertawa mendengar penjelasan Febri.

Riyanto: "Parah lo feb, masa iya gue dicap tukang tidur."

Satrio: "Oke, si jangkung yang satu ini mulai rese sepertinya."

Cecep: "Udah, udah satrio, Riyanto, sabar, namanya juga febri. Biarin aja, udah kita berdiri di sana, siap-siap buat main games."

Mereka pun sudah siap di tempatnya masing-masing dan Zandy pun memulai curhatannya.

Zandy: "Cecep, Riyanto, dan Satrio suka tidur di kelas."

Murid X4: "Hahahahahaha." Teman-teman sekelas tertawa lagi karena membahas tentang kelakuan tiga bocah tukang tidur di kelas.

Pak Rohmat: "Cecep. Riyanto, and Satrio like to sleep in class."

Mereka bertiga berlarian, berebut  tempat kosong di white board, tidak ada yang mau mengalah, ketika Riyanto hampir selesai menulis kata yang termasuk verb, Satrio menghapusnya, Riyanto kesel, cecep pun selesai menulis jawabannya lebih dulu karena tidak diganggu oleh satrio. Satrio menyusul di  posisi kedua, dan Riyanto terakhir.

Cecep: Jawaban saya like to, pak.

Satrio: Jawaban saya juga sama seperti cecep, pak."

Cecep: "Lo sat, ngapain nyontek jawaban gue?"

Satrio: "Siapa yang nyontek, orang pilihannya itu doang."

Cecep: "Oh iya yah, gue baru sadar kalo pilihannya sedikit."

Satrio: "Makanya jangan dzikir mulu. Haha."

Cecep: "Rese lu sat!"

Riyanto: "Jawaban saya sleep, pak."

Pak Rohmat: "Oke, kita bahas ya, dalam kalimat ini, kata like to bukan verb, kenapa? Karena kata like to dalam kalimat itu dalam tata bahasa Inggris masuk ke dalam ketegori infinitive to, sedangkan setelah infinitive to selalu diikuti oleh verb bentuk ke-1, jadi, kata kerja dalam kalimat ini adalah sleep"

Riyanto: "Hore, jawaban gue bener. Jawaban lo berdua salah. Udah tidur lagi aja sana."

Murid X4: "Hahahaha." Teman-teman kelas sekali lagi tertawa karena mendengar Riyanto menyuruh kedua temannya tidur lagi padahal dia sendiri juga tukang tidur di kelas.

Satrio: "Mana bisa tidur kalo kelas berisik kaya gini, apalagi belajarnya enak gini, gue nggak mau ngelewatin momen kelas bahasa Inggris yang langka ini, ntar aja gue tidurnya sehabis mata pelajaran bahasa Inggris selesai."

Cecep: "Di mata pelajaran matematika maksud lo sat?"

Satrio: "ya iyalah, emang jam terakhir kita ada mata pelajaran apa lagi kalo bukan matematika?"

Cecep: "Oh iya yah.  Lo bener juga"

 Bel pun berbunyi, itu pertanda mata pelajaran bahasa Inggris telah usai.

Murid X4: "Yaaaaaaaaaah, kok cepet banget sih?" Teman-teman sekelas kecewa padahal sedang asik-asiknya belajar bahasa Inggris dengan pak Rohmat.

Pak Rohmat: "Zandy, Satrio, Cecep, dan Riyanto silahkan duduk kembali, semoga pelajaran hari ini bisa menambah wawasan kalian tentang bahasa Inggris ya, sayang sekali waktunya sudah selesai, salam kenal semuanya ya, mulai sekarang, bapak yang akan mengajar mata pelajaran bahasa Inggris di kelas kalian, bapak pamit undur diri, sekian, terima kasih."

Murid X4: "Terima kash sudah mengajar di kelas kami pak, ditunggu kehadirannya di mata pelajaran bahasa Inggris pak." Saya dan teman-teman kompak mengucapkan kalimat itu, kami senang dengan guru bahasa Inggris kami yang baru.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekian ceritanya, bagaimana menurut kalian, pembaca Daily Blogger Pro? Semoga kalian suka ya dengan artikelnya, dan bisa bermanfaat tentunya. :)

Terimakasih sudah membaca artikelnya sampai selesai, kalau mau ngobrol tentang artikel ini, silahkan gunakan box komentar di bawah artikel ini. :)

4 komentar

avatar

Si Cecep keren amat udah keliling kampung sambil ceramah. :))

avatar

Yoga Akbar Sholihin:

Karakter cecep di cerpen diatas gue ambil dari profil temen SMA gue yog, doain aja biar jadi ustad sukses. :)

avatar

Guru ngejelasin verb sih belum pernah, paling cuma ngejelasin verb itu kata kerja. Dah gitu aja gak ada pembahasan lebih dalam

avatar

Rizki Ramdhani:

Lah gitu gurunya, coba dia jadi dosen di prodi bahasa inggris pasti ditanya-tanya mulu sampe anak-anak ngerti apa itu verb.

Thanks udah baca dan maen kesini ki.

Click to comment