Saya Diundang Menjadi Pelatih Debat Bahasa Inggris Oleh Himpunan Mahasiswa Fakultas Agama Islam UHAMKA

Saya Diundang Menjadi Pelatih Debat Bahasa Inggris Oleh Himpunan Mahasiswa Fakultas Agama Islam UHAMKA

Tahun lalu di bulan agustus, begitu usai mengikuti perlombaan debat bahasa Inggris yang begitu kompetitif; National University Debating Championship 2016. Saya tidak terlalu aktif ngeblog, alasannya simpel; notebook saya rusak. Dan, oh well, saya tidak bisa mengakses blog selama beberapa minggu, sekalinya ada niatan nulis artikel baru di blog, itu pun harus minjem laptop sama adik kelas saya, yup, sekali memutuskan untuk menjadi blogger konsisten, ada harga yang harus dibayar untuk menjalaninya, termasuk rusaknya notebook milik saya dan harus mencari cara bagaimana caranya bisa terus update blog.

Begitu dipinjami laptop untuk menulis, saya langsung mengakses dasbor blog, mengecek statistik blog, dan juga komentar. Perhatian saya berhenti beberapa saat ketika memandangi ada begitu banyak komentar baru yang masuk dari pembaca blog ini, diantara semua komentar itu, ada satu komentar yang cukup menarik dan menyita perhatian saya, ini komentarnya:







Begitu selesai membaca komentar itu, saya langsung membalasnya via aplikasi google hangout karena memang itu satu-satunya akun yang bisa saya hubungi. Setelah membalas komentarnya dan menunggu beberapa lama, kami bertemu di bulan desember di kampus uhamka yang berlokasi di Jl.limau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Dalam pertemuan itu, kami membahas mengenai jadwal latihan debatnya, pelatihannya dimulai pada bulan maret 2017. Selain saya, ada juga pelatih debat dari dosen, jadi kami bergantian mengisi materi debatnya.

Senin minggu lalu, tepatnya tanggal 13 Maret 2017, saya mengisi pelatihan debat untuk pertemuan pertama. Materi yang dibahas adalah peran pembicara dalam debat bahasa inggris or we can call it as role speaker in a debate.

Credit: Freepik

Pertemuan sebelumnya diisi oleh dosen, para pesertanya diminta untuk membuat argumen yang berisi pembuka, isi, dan penutup. Topiknya adalah dewan setuju untuk tidak membolehkan penggunaan ponsel di rumah or in English; This house would abolish mobile phone at home. Materi ini akan digunakan sebagai bahan latihan di pertemuan selanjutnya dimana saya menjadi pematerinya.

Para pesertanya sudah ditugaskan untuk membuat argumen mengenai topik diatas, oleh karena itu, saya membaginya menjadi dua kelompok. Pertama, affirmative team (tim pro). Kedua, Opposition team (tim kontra). Berikut ini poin-poin argumen yang dibuat oleh kedua tim sesuai topik yang diperdebatkan;

Slidemodel

Opposition team - Slidemodel

Kesimpulan awal yang saya dapatkan adalah mereka sudah mengerti cara membuat argumen sesuai timnya masing-masing, mereka juga sudah bisa menyanggah argumen pembicara dari tim lawan, sedangkan bagian yang harus ditingkatkan adalah cara mereka menyimpulkan poin-poin argumen dari masing-masing tim. Terimakasih sudah mengundang saya dan semoga pertemuan yang hanya sekali itu bisa bermanfaat ya. :)

Bagaimana artikel ini menurutmu?

Click to comment