Mudahnya Belajar TOEFL Dengan Teknologi Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah TOEFL - Lomba Blog #LiveDigital Home Credit

Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Live Digital Home Credit Indonesia

Hidup di era digital memang memberikan keuntungan tersendiri bagi anak-anak millennial saat ini, mau kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, informasinya tersebar dengan gratis di internet, mau belajar TOEFL pun, kamu hanya tinggal menyediakan laptop kesayanganmu dan akses internet, baca materinya, dan kerjakan soalnya, as simple as that.

Teman, seandainya kamu berkeinginan untuk melanjutkan studi ke inggris dengan beasiswa, ada hal penting yang harus kamu persiapkan jauh-jauh hari yaitu persiapan bahasa asing.

Sedari awal, ketika kamu menyiapkan berkas-berkas yang nantinya akan dikirim ke lembaga penyedia beasiswa kuliah studi S2, mereka mensyaratkan padamu untuk memiliki skor TOEFL.

Masalahnya banyak sekali anak negeri ini yang harus rela mengubur impiannya karena tes TOEFL terbilang mahal dan tidak semua orang mampu membayarnya. Setidaknya kamu harus memiliki uang 2-3 juta rupiah, barulah kamu bisa mengikuti tes dan mendapatkan sertifikat TOEFL. Namun, memiliki sertifikat skor TOEFL bukan berarti pihak kampus luar negeri akan menerimamu begitu saja. Kenapa? Karena skor TOEFL-mu harus memenuhi skor standar, yakni 550. Kalau skormu dibawah itu, dengan segala kerendahan hati, pihak kampus belum bisa menerimamu.

Sekarang, pilihannya ada ditanganmu, mau berhenti bermimpi atau melawan keterbatasan yang selalu berbisik keras menyuruhmu menyerah. Kalau kamu sudah membulatkan tekad untuk tetap berpegang teguh pada keyakinanmu jikalau kamu memang benar-benar bisa meraih impianmu, melangkah majulah, tenggelamkan dirimu dalam proses meraihnya, jangan menyerah meski harus jatuh berkali-kali karena kamu bisa bangkit lagi, terus maju, dengan begitu, tekad dan usahamu itu akan mengantarkanmu pada impian yang selama ini kamu ingini dan dambakan.

Mungkin, kamu bertanya-tanya bagaimana caranya supaya kamu bisa melatih kemampuan bahasa Inggrismu yang masih minim apalagi harus berhadapan dengan soal-soal TOEFL yang masih asing dengan keseharianmu. Mau kursuspun, rasanya itu tidak mungkin mengingat biaya yang tidak sedikit yang akan keluar. Namun, selalu ingatlah, kamu bukanlah orang satu-satunya yang tengah dihadapkan dengan masalah seperti ini, orang lain di tempat berbeda dengan impian sama mungkin sedang berada di posisi yang sama denganmu saat ini. Percayalah, kamu dan mereka akan menemukan jalan keluar yang akan membawa kalian untuk mendapatkan akses untuk bisa melatih kemampuan bahasa Inggrismu, khususnya TOEFL. Semua solusi yang kamu cari selama ini, ada disini, di Sekolah TOEFL.

   
Sebelum membahas Sekolah TOEFL lebih jauh lagi, ada baiknya kamu berkenalan dulu dengan social empowerment yang dimentori oleh kak Budi Waluyo, lulusan S2 University of Manchester, Inggris dan kini ia telah selesai menempuh studi S3-nya di Lehigh University. Bagian terbaiknya adalah kak Budi tidak membayar biaya studinya sendiri melainkan gratis. Semua biaya kuliahnya, bahkan biaya hidup keseharianya ditanggung oleh beasiswa. Kak budi adalah penerima beasiswa S2 IFP Ford Foundation, USA dan PhD Fulbright Presidential Scholarship. Sebagai seorang scholar, ia paham betul bahwa ia harus juga ikut berkontribusi untuk negaranya, itulah sebabnya kak budi mendirikan Sekolah TOEFL untuk membantu teman-teman di daerah yang kurang beruntung dibanding teman-teman yang tinggal di kota dimana akses pendidikan mudah diraih, termasuk belajar TOEFL.

Sejak awal pendiriannya di bulan mei 2015, Sekolah TOEFL sudah memiliki ribuan siswa dari seluruh daerah di Indonesia loh. Keren, bukan? Sekolah TOEFL fokus membantu teman-teman yang berkeinginan belajar TOEFL dengan serius, dalam perjalanan belajarmu di sekolah toefl, kamu akan belajar melalui media facebook dan whatsapp.

Apa saja yang sekolah toefl berikan demi membuatmu selangkah lebih maju dalam TOEFL? Di sekolah TOEFL, setiap hari senin kamu akan diberi materi-materi seru yang pembahasannya mudah sekali dipahami untuk pembelajar pemula yang dirangkum dalam satu handbook beserta soal latihannya. Harapannya, dari handbook ini, kamu bisa mengenal dan membiasakan diri bertemu dengan soal-soal TOEFL. Di hari minggu, kamu akan diajak untuk "Temu Online" bersama mentor sekolah TOEFL melalui facebook untuk membahas handbook yang sudah kamu pelajari minggu ini, itu berarti kamu bisa bertanya langsung pada ahlinya jikalau kamu mengalami kesulitan dalam proses belajarmu.

Selain handbook, Sekolah TOEFL juga akan memberimu QOTD (Question of the Day) setiap 2 hari sekali setiap minggu, tepatnya di hari selasa, kamis, dan sabtu. Seperti redaksinya, QOTD isinya berupa soal pertanyaan dimana kamu harus menjawabnya. Well, menjawabnya dengan jawaban a, b, c, atau d memang bisa kamu lakukan, namun ada baiknya kamu juga memberi penjelasan mengapa kamu memilih opsi tersebut sehingga jawaban yang kamu pilih memang ada landasannya, teman-teman lain di sekolah TOEFLpun bisa belajar dari jawabanmu, pokoknya, disini kamu akan diajak untuk berkembang bersama, sebuah lingkungan yang ideal untuk mengembangkan kualitas diri. :) 

Selain itu, setiap bulannya Sekolah TOEFL juga mengadakan TOEFL prediction test untuk mengukur skor siswa, dan gratis tentunya. Menarik, bukan?


Belajar di Sekolah TOEFL itu fleksibel. Kamu sebagai siswa bisa mengatur waktu belajarmu sendiri, kapan waktunya membaca materi, mengerjakan soal-soalnya, mengerjakan QOTD, dan bagian terbaiknya adalah kamu bisa belajar kapanpun dan dimanapun, itulah keuntungan dari teknologi pembelajaran jarak jauh.

Meski fleksibel, bukan berarti kamu bisa bersantai-santai dalam proses belajarnya. Karena bila kamu tidak serius, kamu bisa saja tertinggal materi dibanding siswa lainnya, atau bahkan dikeluarkan dari Sekolah TOEFL. Maka dari itu, kamu harus lebih bertanggungjawab terhadap proses belajarmu sendiri. Sekolah TOEFL ada untuk memfasilitasimu, namun kalau kamunya sendiri malas-malasan tidak mau membaca materi di handbook, aktif mengerjakan soal QOTD, dan temu online di akhir pekan, dengan segala kerendahan hati, maaf, Sekolah TOEFL tidak bisa mengantarkanmu untuk mendapatkan skor TOEFL sesuai yang ditargetkan oleh pemberi beasiswa dan pihak universitas di luar negeri. Kenapa?


Apakah kamu penasaran siapa saja sih yang bisa bergabung menjadi siswa di Sekolah TOEFL? Well, siswa di Sekolah TOEFL itu beragam loh, ada mahasiswa, dosen, pekerja professional, pengusaha, bahkan ibu rumah tangga pun tidak kalah semangatnya untuk ikut serta belajar di Sekolah TOEFL. Jadi, kamu bisa mengajak temanmu untuk ikut belajar bersama disini supaya temanmu bisa mendapatkan manfaat terbaik dari Sekolah TOEFL.


Sedari kecil, kak budi berkeyakinan bahwa hanya dengan sekolah setinggi-tingginya kita nantinya bisa bermanfaat untuk keluarga, teman, orang lain, bahkan Indonesia. Keyakinan ini kini mewujud menjadi Sekolah TOEFL dimana ia mampu memberikan uluran tangannya kepada semua orang di Indonesia untuk belajar TOEFL secara gratis. :)

Kemudahan belajar TOEFL lewat teknologi distance learning di Sekolah TOEFL ini bisa menjadi milikmu asalkan kamu punya perangkat pendukung seperti laptop atau smartphone yang terkoneksi dengan internet, as simple as that.

Mudah memang kalau hanya berkata-kata, namun dalam prakteknya, membeli laptop dan smartphone tak pernah semudah bilang: "Ayo, kita beli laptop sekarang, trus belajar TOEFL di Sekolah TOEFL."

Ketika hati berkeinginan untuk tulus menimba ilmu namun dibenturkan dengan kenyataan finansial yang tidak mendukung, hanya tersisa dua pilihan yang realistits untuk diambil.


Pertama, merelakan mengubur mimpi untuk belajar TOEFL gratis di Sekolah TOEFL hanya karena tidak memiliki laptop atau smartphone.

Kedua, mencari solusi yang bisa mengatasi permasalahan finansialmu supaya bisa membeli laptop dan belajar TOEFL sesegera mungkin.

Kalau harus memilih, pilihan kedua terlihat lebih baik untuk kamu pilih, bukankah sudah sewajarnya kita harus berusaha se-giat dan semaksimal yang kita mampu untuk menggenggam apa yang kita impikan?

Keinginan memiliki laptop disaat finansial sedang tidak jelas terlihat seperti hal yang tidak realistis ya? Sekilas memang terlihat seperti hal yang mustahil, tapi argumentasi itu enggak sepenuhnya bener lho guys. Why do I say so?


Simpel aja, di era digital yang serba mudah ini, ada salah satu perusahaan yang bisa memberikan solusi atas permasalahan finansialmu untuk membeli barang-barang elektronik seperti laptop dan smartphone yang bisa kamu bawa pulang langsung begitu menggunakan jasa mereka, namanya Home Credit Indonesia.

Home Credit Indonesia bergerak di bidang pembiayaan non-tunai langsung di tempat. Jadi, kamu hanya butuh mendownload aplikasi my home credit aja di ponsel pintarmu, buka aplikasinya, dan ajukan keinginanmu melalui aplikasi, dokumen yang dibutuhkan pun hanya KTP dan dokumen pendukung lainnya, tunggu 30 menit, kalau permohonanmu diterima oleh Home Credit Indonesia, kamu bisa langsung bawa smartphone atau laptop idamanmu deh. Menarik, bukan?

Supaya memudahkanmu menggunakan aplikasi my home credit, kamu bisa menonton video officialnya berikut ini ya:


Dengan menggunakan aplikasi My Home Credit, kamu bisa dengan mudah membeli laptop yang nantinya bisa kamu gunakan untuk belajar TOEFL di Sekolah TOEFL.

Di era digital seperti sekarang ini, ketika akses pendidikan sudah dibuka seluas-luasnya untuk semua orang baik di daerah dan perkotaan, hidup jadi bertambah mudah lagi dengan kehadiran terobosan baru dari Home Credit Indonesia yang meluncurkan produknya yang begitu membantu banyak orang untuk membeli barang impian yang bisa langsung dibawa pulang langsung. :)

Referensi Gambar dan Video


Click to comment