No Bookmarks

English for Young Learners: Pengajaran B.Inggris untuk Anak Kecil

Topik KelasEnglish for Young Learners
Kategori KontenMateri Kuliah B.Inggris S1
Lisensi Pemilik KontenDaily Blogger Pro
Lisensi Konten GambarSenivpetro (Freepik Artist)
Tujuan Konten:Membantu pembaca daily blogger pro mengenal dasar-dasar pengajaran b.inggris untuk anak usia dini.


Apakah di semester ini kamu harus mengisi krs mata kuliah English for Young Learner?

Jika jawabannya iya, konten ini bisa dijadikan panduan pengenalan awal agar kamu tahu aspek materi apa saja yang akan kamu pelajari selama satus emester penuh.

Konten ini sifatnya lebih ke pengenalan (introduction content), saja. Untuk mendalami materi English for Young Learner, kamu bisa mengikuti update konten seri berikutnya ya.

Apa Yang Dimaksud Dengan English Young Learners?

Penjelasan mudahnya, English for Young Learners atau biasa disingkat EYL bisa diartikan sebagai pengajaran bahasa inggris untuk anak usia dini.

Pengajaran bahasa inggris untuk pembelajar muda / usia dini perlu penyesuaian materi & cara mengajar yang menyenangkan sesuai dengan masa tumbuh kembang anak.

Young Learners Disini untuk Usia Berapa?

Dalam Teaching English for Young Learner (TEYL), rentang usia anak yang masuk kategori anak usia dini adalah anak-anak yang berusia 5 -7 tahun (SD) dan usia 11-12 tahun (SMP).

Jadi, target peserta didik yang nantinya akan kamu ajar, sebagai praktikum EYL, adalah anak-anak yang baru memulai pendidikan formal pertamanya di sekolah dasar (SD) & sekolah menengah pertama (SMP)

Manfaat Pentingnya Pengajaran B.Inggris untuk Anak Usia

Ada beberapa alasan & manfaat kenapa English for Young Learners ini penting untuk anak-anak, selain mereka sedang dalam masa pertumbuhan, manfaat lain berikut ini juga bisa dijadikan landasan dasar untuk para calon pengajar b.inggris di masa depan.

1. Anak-anak Punya Ekspektasi Tinggi Untuk Belajar & Menguasai B.Inggris

Menurut Pluckrose, dalam bukunya (Children in their Primary Schools);
anak-anak punya kecenderungan tinggi untuk berhasil menguasai bahasa Inggris jika diberikan goals / tujuan belajar yang jelas & mudah dicapai.
Dari sini, para calon pengajar young learners bisa membuat konten materi belajar yang fokus mengarahkan anak-anak pada 1 tujuan jelas yang bisa dicapai bersama.

Misalnya saja, kamu ingin mengajarkan keahlian percakapan bahasa Inggris dasar. Ajak anak agar bisa menanyakan kabar, membahas bekal makanan yang dibawa, & topik-topik mudah lainya.

Dengan fokus pada 1 topik, ketika anak selesai belajar & menguasai keahlian percakapannya, ia pasti akan memamerkannya kepada teman atau orangtunya.

Begitulah sifat anak kecil, pamer skillnya disini murni karena kesenangan yang ia rasakan karena berhasil menguasai materi b.inggris yang diajarkan gurunya. Ini bisa diartikan sebagai sinyal antusiasme tinggi saat belajar b.inggris.

2. Usia Keemasan Belajar Bahasa Baru Diluar Bahasa Ibunya

Menurut Krashen, dalam bukunya (Second Language Acquisition and Second Language Learning);
Ketika anak-anak mempelajari bahasa baru, ia mempelajarinya sama miripnya seperti ia belajar bahasa ibunya.
Katakanlah bahasa pertama si anak adalah bahasa Indonesia, cara ia mempelajari bahasa pertamanya sangat natural, yaitu diajarkan pengucapan kata, frasa, dan kalimat yang sering digunakan dalam keseharian oleh orangtuanya.

Dari sini, para calon pengajar b.inggris yang kelak mendidik anak-anak di sekolah bisa memahami bahwa perlunya materi autentik / orisinil yang fokus pada kecakapan berbahasa inggris untuk kebutuhan harian.

3. Pengaruh Orang Dewasa dan Kultur Budaya Lingkungan Mempengaruhi Proses Belajar Bahasa pada Anak

Menurut Opal Dunn, dalam bukunya (Beginning English with Young Children);
Dalam belajar b.inggris, anak-anak sangat bergantung sekali dengan gurunya. Maka dari itu, guru dianjurkan mampu memberikan atmosfer belajar yang menyenangkan, sesuai kebutuhannya, diberikan ruang untuk bereksplorasi dan dihargai usahanya seberapa kecilpun progress yang ia raih di dalam kelas. Selain itu, untuk memaksimalkan pembelajaran di dalam kelas, guru juga harus mengenal latarbelakang murid didiknya agar ia bisa menentukan konten materi / aktifitas belajar yang bisa memberikan manfaat untuk muridnya
Orang dewasa, dalam hal ini orangtua, guru, dan lingkungan tempat si anak tinggal punya peranan penting dalam tumbuh kembangnya. Dengan memahami aspek tersebut, para calon pengajar bisa menyesuaikan konten materi apa saja yang cocok untuk muridnya kelak.

Mengenal background murid bisa membuat pengajar memahami kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi agar muridnya bisa menguasai b.inggris.

Penutup

Saya harap konten ini bisa jadi pengenalan awal mengenai apa itu English for Young Learners, siapa peserta didik yang masuk kategori ini, dan manfaat apa saja yang akan calon pengajar dapatkan bila menguasai EYL.

Untuk materi lanjutan seperti metode dan media ajar yang cocok untuk anak usia dini akan dibahas pada seri berikutnya.

Mari Siapkan Diri dengan Bekal Ilmu Mendidik untuk Generasi Mendatang.

Last but not least, semoga konten ini bermanfaat untukmu ya, calon pengajar. :)
Referensi:

1. Pluckrose H, Children in their Primary Schools (London: Penguin, 1979)

2. Krashen,Second Language Acquisition and Second Language Learning (Oxford, Pergamont Institute of English, 1981)

3. Opal Dunn, Beginning English with Young Children (London & Basingtoke: Macmillan Publisher LTD, 1991)

4. Pengalaman penulis saat belajar EYL di perkuliahan S1 B.Inggris