Memaksimalkan Penghasilan Online Melalui Situs Freelance, Blog, & Website Ditengah Pandemi

Qword Blog Competition, Penghasilan Online saat pandemi

Februari 2020, saya kehilangan project freelance senilai 10 juta rupiah karena pandemi melanda Indonesia. Perkenalkan, nama saya Agung Kharisma, meski bukan mahasiswa angkatan LDR yang wisudanya online 2020, tetap saja, saya yang baru lulus kuliah desember 2019 lalu ikut terdampak dari segi finansial.


Sebelum melanjutkan cerita kerugian project freelance senilai 10 juta di cerita prolog blog post ini, izinkan saya berbagi cerita kenapa saya menekuni profesi sebagai freelancer beserta suka dukanya selama dimusim pandemi covid-19 ini.

Pekerjaan freelancer penghasilannya kata orang-orang sih nggak jelas jika dibandingkan dengan bekerja sebagai karyawan tetap yang lebih menjanjikan untuk masa depan yang lebih baik.


Karyawan tetap, sebut saja punya hal yang dibanggakan seperti nama besar perusahaan, gaji stabil tiap awal bulan, bisa menabung untuk beli rumah kpr, mobil, atau bahkan modal untuk melamar si dia lebih menjanjikan dan lebih dipertimbangkan untuk diterima oleh calon mertua.

Stigma seperti itu memang sudah ada dan seolah dilekatkan secara paksa pada orang-orang yang bekerja sebagai freelancer, padahal tidak selamanya yang bekerja sebagai pegawai tetap dinilai lebih baik ketimbang freelancer. Karena freelancer dan pegawai tetap intinya sama-sama bekerja serta memiliki pekerjaan yang memiliki penghasilan.

Ketika pandemi melanda Indonesia, seolah, konstruksi sosial yang dulunya mendiskreditkan para pekerja lepas seolah pudar secara perlahan di musim pandemi ini. Gimana ini maksudnya? Oke, saya jelaskan.

Ditengah pandemi, banyak perusahaan, brand, startup, dan agency merumahkan sebagian besar karyawannya agar bisnis tetap bisa berjalan, kalaupun tidak mendapat profit, setidaknya perusahaan masih bisa bertahan dengan sumber daya yang ada meski terbatas.

Disaat para pegawai di-PHK, para pekerja lepas tetap bisa bekerja sebagaimana sebelum pandemi. Ya meski kita tentu harus realistis juga, pekerjaan di lini freelancing juga terdampak pandemi ini, salah satu sampel kasusnya seperti apa yang saya alami; yaitu kehilangan project freelance senilai 10 juta rupiah!

Menghadapi musibah ini, para pekerja lepas seperti saya dan teman-teman yang bekerja sebagai pegawai tetap yang dirumahkan pasti mengalami perasaan yang sama, yakni; sedih, stress, terpuruk, bahkan ada yang sampai depresi!

Maka dari itu, entah kamu bekerja sebagai pegawai tetap atau freelancer, mari saling menghargai profesi satu sama lain. Karena kedua profesi ini toh intinya sama-sama punya pekerjaan, hanya sistem kerjanya saja yang berbeda.

Oke, sekarang saya ingin bercerita, project apa saja sih yang nilainya sampai 10 juta ini dan kenapa bisa batal? Yuk disimak ceritanya.

Project freelance bernilai 10 juta ini dibagi menjadi 4 project dengan 2 segmentasi bidang jasa, yaitu layanan jasa tutor bahasa Inggris dan blogging. Berikut rincian projectnya;

Project English Tutor


1. Project English Camp Jogja SMP  Islam Al-Azhar 31 Bekasi Batch 1
Rp. 2.200.000

2. Project English Camp Jogja SMP Islam Al-Azhar 31 Bekasi Batch 2
Rp. 2.200.000

Project Blogging


3. Pembicara Workshop Blogging di LP3I Jakarta
Rp. 600.000

4. Project blog sponsorship Payoneer dari Getcraft
Rp. 5.000.000

Total Estimasi Bujet Project Freelance: Rp. 10.000.000

Sayangnya, karena wabah covid-19 yang datang secara tiba-tiba, saya harus kehilangan semua project diatas. Klien dari sekolah al azhar membatalkan project English camp seminggu sebelum keberangkatan. Begitu juga project di bidang blogging juga terpaksa dibatalkan karena situasi terkini sedang tidak baik.


Hasilnya, saya benar-benar stress karena kehilangan project yang telah direncanakan kala itu dan ini wajar. Posisi saya waktu itu, saya punya hutang yang harus dilunasi akibat bangkrut karena salah mengambil job freelance mengajar di salah satu sekolah yang pembayarannya ditunda hingga 5 bulan dan pembayarannya tidak dibayar lunas sehingga keuangan jadi defisit.


Di bulan februari 2020, ketika dihadapkan dengan keadaan terpuruk seperti itu, saya punya dua pilihan;

1. Menyerah tapi masalah nggak selesai

2. Mencoba bangkit dengan memaksimalkan potensi teknologi informasi untuk mencari kerja freelance ditengah pandemi

Orang waras manapun kalau kondisinya sedang terdesak pasti ambil pilihan kedua, bukan? Berasa ada keinginan kuat (will power) yang gede banget nggak sih buat bangkit? 


Ya selagi masih dikasih kesempatan hidup dan nikmat sehat harus tetep semanget dan nggak boleh nyerah.

Bangkit Cari Project Baru Dengan Memaksimalkan Situs Freelance Online, Blog, dan Membuat Website Toko Online ditengah Pandemi


Oke, sebagai prolog artikel sub bab kali ini, temen-temen pembaca, iya kamu, akan diajak untuk melalui 3 seri proses yang saya lalui agar bisa bangkit kembali secara bertahap agar bisa tetap bekerja saat kehilangan banyak klien sedangkan isi dompet anak kost satu ini cuma cukup buat makan seminggu doang kala itu. 


So now, I will tell you my struggling stories as a freelancer. Check it out;

Cerita Bangkit Pertama; Membuka Jasa di Situs Freelance


Dalam dunia psikologi, katanya cowok itu lebih suka memendam apa yang lagi dirasain meski kondisinya terpuruk sekalipun. Yaudah, di blog post ini saya tumpah-ruahkan aja apa yang dialami selama ini dan gimana perjuangan mengatasinya bakalan dishare ke pembaca blog DBP, siapa tahu ada yang terbantu setelah membaca artikel ini.

Oke langsung aja ya, sebagai seorang freelancer kita punya dua pilihan dalam mencari project, yaitu;

1. Cari Klien Sendiri
2. Cari Klien Lewat Marketplace Freelance

Mana yang saya pilih? Well, jujur ngaku deh, saya ambil keduanya. Tapi untuk pembahasannya bertahap ya, di sub bab ini bahas cari project via situs freelance terlebih dahulu, di sub bab selanjutnya baru deh bahas cari klien sendiri diluar platform situs freelance, oke? Setuju ya. Mari dilanjut bacanya.

Pengetahuan dasar yang harus saya dan kamu miliki di tahap pertama adalah punya list nama-nama situs freelance menguntungkan, terbukti membayar, dan terbaik di Indonesia. Kenapa ini penting? Well, tanpa punya data ini, ya saya nggak bakalan tahu mau buka jasa di situs freelance yang mana.

Karena situs freelance itu jumlahnya enggak kaya kita jalanin hubungan berdua aja, jumlah situsnya ada banyak dan harus selektif memilih tempat mencari penghasilan online. Setidaknya, berdasarkan pengalaman pribadi, saya merekomendasikan situs freelance yang memenuhi kriteria berikut ini;

a. Terbukti Membayar


Freelancer klise banget kalo ngaku-ngaku nggak pernah ketemu bad client yang ngilang bawa hasil kerja tapi lupa bayar, eh nggak lupa sih, emang dianya udah niat dari awal mau manfaatin kamu.

So, jangan jadi orang terlalu baik ya, nanti diputusinnya double kill, nggak cuma doi yang ninggalin kamu pas sayang-sayangnya, tapi hal yang sama juga berlaku pada klien juga, mereka yang masuk kategori bad client juga suka kabur pas kamu lagi ngarep-ngarepnya dapet bayaran dari hasil kerja project yang udah kamu kerjain sampe rela-rela begadang tiap hari.

Halunya udahan ya, balik fokus lagi, poin pertama ini, harus kamu jadikan prioritas utama ya, dear. Ngapain capek-capek daftar situs freelance kalau situs tersebut terbukti nggak membayar para freelancernya, mending kamu tinggalin aja, move on ke lain hati, eh lain platform maksudnya. Hehe

b. Perhatikan Data Closing Order Klien di Platform Freelance


Poin kedua, biar platform freelance bisa menguntungkan pihak perusahaan dan freelancer, pastinya mereka bakalan nerapin strategi marketing besar-besaran seperti instagram ads, fb ads, SEO, content marketing, affilate marketing, dan strategi marketing lainnya. Biar apa? Biarin ajalah suka-suka mereka, eh bukan gitu cerita aslinya.

Marketing yang dilakuin sama platform situs freelance ditujukan agar bisa menggaet banyak klien potensial agar mau melakukan pemesanan jasa freelancer di jaringan platform mereka. So, win-win relationship goals banget deh ini, ya kan?

Klien dapet hasil kerja sesuai pesenan, freelancer nggak galau nunggu orderan mulu karena ada klien yang pesen jasanya, trus platform freelancer juga dapet komisi sesuai ketentuan bagi hasil yang telah dispekati oleh freelancer dan pemilik platform.

Poin intinya, saya sangat menyarankan kamu untuk selektif memilih situs freelance yang jumlah order kliennya tinggi. Kenapa? Ya, biar kamu dapet job freelance juga lah. Gimana cara melihat data ini? Gampang, coba kamu buka situsnya satu-satu, cari situs freelance yang menampilkan jasa jumlah history pesanan klien. Biasanya mereka menampilkan data ini sebagai social proof kalau platform mereka memang laku keras dan kredibel.

Trus kalau nggak ada data history jumlah pemesanan jasa oleh klien di situsnya gimana dong?

Udah, udah, nggak usah galau, sini saya ajarin lagi. Jadi gini, kamu bisa cek ke akun freelancer yang sudah memasang jasa di platform freelancenya, kalau banyak freelancer yang mendapatkan order, itu berarti situs tersebut layak kamu pertimbangkan untuk dijadikan tempat buka jasa agar kamu bisa dapet cuan alias uang ditengah pandemi.

Untuk sekarang, tipsnya dua itu aja dulu ya yang bisa saya bagiin dan silahkan diterapkan dulu tipsnya baru sharing di blog DBP.

Mau nanya dong. Trus agung pilih situs apa buat dapetin income selama musim pandemi? Share dong.
Iya, iya, ini mau dijawab kok. Saya buka jasa freelance di situs Fastwork Indonesia. Oke, udah dijawab ya. Sekarang, saya mau bahas gimana saya mendapatkan order klien, proses negosiasi agar closing, kasih dokumen penawaran kerja ke klien yang isinya harga jasa, dan yang paling penting; bukti penghasilan dari platform ini.


Di fastwork, saya membuka 4 jasa. Apa aja? Service check;

1. Jasa penulisan konten artikel SEO
2. Jasa Penerjemahan Dokumen Bahasa Inggris-Indonesia
3. Jasa Kursus English Conversation dan Pelatihan Persiapan Lomba Debat Bahasa Inggris
4. Jasa branding digital marketing via blog

Soal jasa di fastwork sudah terjawab. Lantas, dari 4 jasa diatas, berapa jasa yang laku? Hanya 2. Jasa penulisan artikel konten SEO laku 5 order dan jasa branding digital marketing via blog laku 1 order. Berikut total pendapatan dari fastwork;

  • 9 Maret 2020: Order 2 artikel SEO 1000 Kata = Rp. 135.000
  • 23 Maret 2020: Order 30 Artikel SEO 500 Kata = Rp. 945.000
  • 14 April 2020: Order 30 Artikel SEO 500 Kata = Rp. 945.000
  • 6 Juni 2020: Order 30 Artikel SEO 500 Kata = Rp. 1.035.000
  • 10 Juni 2020: Order Jasa Digital Marketing via Blog = Rp. 90.000

Total pendapatan secara keseluruhan dari Fastwork; Rp. 3.150.000 (Nominal ini sudah dipotong komisi 10% untuk platform per-transaksinya)



Cerita Bangkit Kedua; Membuka Jasa di Blog agar Bisa Kerjasama Dengan Brand

Dulu ketika masih berstatus sebagai pelajar yang hobinya pake seragam putih abu alias siswa SMA, saya dan teman-teman suka iseng. Salah satu keisengan kami itu; emang blog bisa menghasilkan uang ya?


Dari pertanyaan iseng dan terdengar sederhana itu telah mengantarkan saya bertemu banyak kesempatan menarik yang saya dapatkan selama menekuni aktifitas blogging dengan menggunakan brand nama blog; Daily Blogger Pro (DBP).

Selama menekuni aktiftas sebagai blogger, saya kerap kali mendapatkan kesempatan untuk meliput event brand besar, diajak kerjasama menulis konten sponsor blog post, menerima content placement, merasakan penghasilan pertama dari google adsense setelah susah payah ngumpulin recehan beberapa sen dan dolar, dan masih banyak lagi.

Semua kegiatan seru diatas memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari blog. Ya, setidaknya, sampai sebelum pandemi datang. Begitu pandemi datang, semua job itu menghilang.

Kesel? Sedih? Stress? Pengen ngelampiasin semuanya? Iya! Tapi semua itu nggak akan menyelesaikan masalah utamanya kan. Lebih baik mikirin solusi terbaik gimana caranya blog ini bisa tetap memberikan penghasilan ditengah pandemi.

Masih ingat dengan cerita bangkit pertama sebelumnya? Di fastwork saya membuka jasa branding yang salah satunya ada jasa kerjasama mengadakan lomba blog. Yaudah saya share ke sosial media mulai dari whatsapp, instagram, dan website.


Hingga suatu ketika, status whatsapp saya direspon oleh orang media dari Tempo yang dulu saya pernah meliput eventnya di ancol. Jadi pihak Tempo mengajak kerjasama untuk mengadakan lomba menulis blog dengan tema otomotif, yakni review layanan mobil Xpander MY 20. Nominal yang saya dapatkan adalah 7 Juta dengan rincian berikut;

Alokasi Kerjasama Tempo dengan blog DBP

Rp. 3.650.000: Untuk hadiah pemenang lomba menulis blog

Dana Sisanya; 3.350.000: Digunakan untuk promosi event lomba blog, bayar anggota tim DBP Academy untuk mempromosikan event ini juga, dan biaya marketing lainnya.

Jadi, dana bersih yang didapatkan dari project ini adalah Rp. 3.350.000.

- | | -

Untuk peluang kedua ini saya dapatkan lewat upaya yang saya lakukan dahulu, yaitu meliput event tempo saat peluncuran mobil toyota Avanza Veloz 2019. Kalau saya tidak ikut event ini, mungkin saya tidak akan mendapatkan koneksi orang tempo, dan orang tempo juga belum tentu menghubungi saya untuk melakukan kerjasama lomba blog.

Saya percaya yang namanya; "Connecting the Dots". Kita menanam atau membuat satu titik diawal, misal dulu saya meliput event tempo, lalu titik itu akan terus bertambah dan terhubung ke peluang lain di masa depan, yaitu kerjasama lomba blog Tempo.


Selain project Tempo, saya juga diajak kerjasama dengan brand MyBestId, media online asal Tokyo, Jepang, untuk pembuatan konten artikel seharga 10.000 Yen Jepang. Tulisannya bisa kamu baca melalui link berikut; Konten Artikel Agung di MyBestId.



Cerita Bangkit Ketiga; Membuat Website Toko Online Daily Blogger Pro Academy Beserta Timnya


Dari 2013 saya ngeblog di platform blogspot, blog ini jadi bukti nyata tempat saya berkarya hingga hari ini. Setelah beberapa tahun ngeblog, saya terpikir untuk punya toko online sendiri.

Tapi ditengah pandemi seperti sekarang ini, kayanya mustahil deh bisa buat toko online karena modalnya nggak sedikit sedangkan saya kehilangan semua project freelance di bulan februari dan menyisakan uang hanya sedikit untuk kebutuhan makan harian saja.

Kamu tahu, saat seseorang sedang dalam kondisi terdesak, ada saja ide kreatif yang terpikirkan entah bagaimana dan darimana asal datangnya. Waktu itu saya berpikir seperti ini;

  • Bisa nggak ya bikin toko online pake blogspot? Punya sistem pembayaran seperti toko online, ada keranjang belanja, label harga, potongan diskon, status produk promo, terlaris, dan stok habis, dan halaman pemesanan layaknya di toko online?

  • Bisa nggak ya punya domain .com gratis untuk toko online ini soalnya keuangan lagi nggak baik kaya kondisi hati. Haha

Mungkin kamu berpikir ini mustahil karena yang kamu yakini adalah buat website toko online itu harus pakai wordpress biar professional, install plugin WooCommerce, masa pake blogspot, yang bener aja, mustahil!

Nggak salah kok kamu mikir begitu karena wordpress punya segudang fitur yang bisa kamu banggakan dan digunakan untuk mendiskreditkan orang lain yang tidak pakai platform wordpress.

Walaupun begitu, saya tidak menyerah, 2 pertanyaan yang saya pikirkan sebelumnya terjawab. Saya bisa membuat toko online di blogspot dengan menginstal template toko online premium dan menggunakan subdomain .com dari blog ini sehingga jadilah toko online: DBP Academy.



Setelah website toko online blogspot-nya jadi, saya membuat tim yang didalamnya saya bagi menjadi 2 divisi, yakni;

1. Divisi Content Writer
2. Divisi English

Dengan menggunakan brand ini, saya dan tim berhasil mendapatkan project skala kecil, menengah, dan besar, tentu skala ini sesuai kriteria dan spesifikasi saya ya. Projectnya adalah;


1. Project Terjemahan Website PT Herbavet Agro Citra Indo = Rp. 700.000
2. Project Penulisan Konten 200 Artikel Startup GreatEdu = Rp. 5.700.000

Surat Kecil untuk Kamu

Cerita saya panjang ya? Semoga cerita ini bisa menggugah tekad dan menginspirasimu ya agar tidak menyerah meski kamu jatuh terpuruk sampai kehilangan uang jutaan rupiah seperti saya yang kehilangan project

Saya berpikir februari adalah akhir dari segalanya karena saya kehilangan pendapatan yang nominalnya tidak sedikit tapi Tuhan maha baik, saya kehilangan uang 10 juta. Karena saya tidak menyerah, berusaha sambil berdoa, dan memasrahkan ikhtiar pada-Nya, rezeki saya ditambah jadi lebih dari 10 juta yang saya gunakan untuk membayar hutang kepada teman-teman yang sudah berbaik hati memberikan pinjaman dikala saya bangkrut di tahun lalu. Terimakasih karena selalu ada disamping, menemani, dan mendukung temanmu ini yang hanya pekerja lepas ini ya. :)

Untuk pembaca blog ini, saya yakin kamu bisa jadi versi hebat diri kamu dan lebih hebat dari saya. Kalau kamu mau mengikuti jejak saya menjadi blogger dan freelancer seperti saya, saya ingin berpesan padamu;

Kamu harus membangun profil dan kredibilitas baik di dunia digital dan itu tidak bisa diraih dalam satu dua bulan atau setahun, bisa saja lebih dari itu. Karena saya tidak bisa menjamin kamu bisa mendapatkan kesuksesan yang sama persis seperti yang saya dapatkan, kita berpacu dan berkompetisi dengan waktu kita sendiri.

Tidak ada yang namanya cepat, lambat, atau tertinggal karena kamu punya waktumu sendiri untuk sukses. Untuk sekarang, kamu rintis dulu ya namamu di dunia digital dengan membangun sebuah blog atau website dengan brand milikmu sendiri.

Untuk kamu yang kekurangan finansial, nggak usah malu ya bikin blog dan website toko online dari platform blogspot. Karena gengsi tinggi tidak bisa memberi kamu penghidupan yang baik, malah sebaliknya, kamu bisa terpuruk karenanya demi terlihat hebat padahal sebenarnya kamu memaksakan diri.

Kamu nggak sendiri kok, saya yang blogger modal blogspot dan bekerja sebagai freelancer saja bisa bertahan ditengah pandemi dengan memanfaatkan teknologi informasi buatan google ini, jadi saya tunggu ya blog pertamamu dan kisah suksesmu setelah mau berlelah-lelah meraih penghasilan sesuai kadar kemampuanmu.

Saran saya, kalau kamu ingin menjadikan blog dan website blogspot milikmu jadi professional, kamu bisa install template premium dan domain .com. Emang dimana beli domain (dot) com?

Well, kamu bisa punya domain dot com milikmu sendiri di web hosting lokal. Kalau sudah mengunjungi webnya, kamu bisa cek domain yang kamu mau, misal;

Ardi.com - kalau domain ini tersedia, itu berarti kamu bisa membelinya di web hosting lokal.

Sekarang biar fair, saya tahu, pembaca blog ini juga ada yang ngeblog dengan platform wordpress. Kalau di wordpress, kamu harus beli hosting dan domain sekaligus. Rata-rata harga domain .com rata-rata sih 100k -150k, murah, bukan?

Setelah punya domain, kamu harus beli hosting juga. Kalau mau beli hosting murah, kamu bisa beli di webhosting manapun yang memiliki rating review pelanggan yang benar-benar bagus pelayanannya. Baik itu platform blogspot dan wordpress, semua dilayani dengan baik karena webhoster ini ingin membantu semua orang yang ingin menjadi blogger professional atau freelancer yang ingin membangun portofolio online dengan membangun website pribadi.

Last but not least, saya ucapkan terimakasih sudah membaca tulisan ini, semoga ada kebaikan yang bisa kamu petik dan bisa diterapkan agar kehidupanmu jadi lebih baik lagi ya. Tetap semangat ya kerjanya meski pandemi covid-19 belum selesai, saya yakin kamu bisa kok. :)